Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mampukah Perusahaan Anda Menahan Dampak Krisis?

Indonesia memiliki lusinan perusahaan yang berhasil melewati tahun ke-30 atau bahkan ke-50, mereka harus menganggap dirinya beruntung karena tidak banyak yang berhasil menempuh 5 tahun pertamanya.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  12:51 WIB
Membangun brand perusahaan.
Membangun brand perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA -- Mengubah ide bisnis menjadi usaha yang menguntungkan dengan daya tahan tinggi bukanlah prestasi kecil.

Indonesia memiliki lusinan perusahaan yang berhasil melewati tahun ke-30 atau bahkan ke-50, mereka harus menganggap dirinya beruntung karena tidak banyak yang berhasil menempuh 5 tahun pertamanya.

Dilansir Mengubah ide giat menjadi usaha yang menguntungkan dengan daya tahan bukanlah prestasi kecil.

Ciri umum dari perusahaan yang bertahan lama ini adalah mereka tahu siapa pelanggan mereka dan apa yang mereka butuhkan. Selain itu mereka juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap krisis.

Dilansir melalui Entrepreneur, apakah Anda ingin memulai atau sudah memiliki bisnis, berikut lima tip untuk memastikan kesuksesan Anda:

1. Temukan ceruk pasar Anda

Premis dari setiap startup yang sukses adalah melakukan sesuatu yang berbeda atau lebih baik. Tapi jangan berhenti sampai di situ. Terus sempurnakan ide Anda sehingga Anda menjadi pemimpin di industri Anda. Dengan menyiapkan model unik untuk menemukan dan mengadili kandidat, bisnis akan dapat melayani klien serta mengukir ceruk dalam bidang tersebut.

2. Berinvestasilah pada orang-orang terbaik

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi wirausahawan adalah menemukan orang lain yang memiliki minat yang sama. Seiring waktu, Anda sedang mempersiapkan karyawan untuk posisi dengan tanggung jawab yang lebih besar. Proses ini memunculkan "wirausahawan" dalam diri para pemimpin dan memetakan jalur untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Pikirkan tentang cara-cara selain kenaikan gaji untuk berinvestasi pada karyawan Anda. Berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan cara yang membangun kepercayaan dan rasa hormat, seperti berbagi keuangan perusahaan, dan menciptakan banyak keuntungan bagi karyawan.

3. Bangun dan tingkatkan jaringan Anda

Tidaklah cukup hanya memiliki ide yang bagus. Sebagai pemula, wirausahwan harus menemukan cara untuk menyebarkan berita - dan di situlah jaringan Anda masuk. Jangan takut untuk meminta bantuan orang lain. Anda akan terkejut betapa mereka bersedia membantu.

4. Atasi 'badai' yang datang

Terlepas dari kebebasan dan kemampuan untuk menjadi bos bagi diri Anda sendiri, berbagai masalah dapat menguji kehebatan manajemen Anda.

"Ini telah menjadi salah satu pelajaran terbesar ketika peristiwa 9/11 mengancam keberadaan perusahaan saya meskipun beberapa tahun pertumbuhan yang konsisten," tulis Kathleen Duffy, CEO Duffy Group.

Sebagai bentuk cepat tanggap, tim Duffy membuat rencana untuk merekrut pekerja penting bersama-sama dengan Palang Merah Amerika, dan dia berhasil merekrut lebih dari 100 pekerja terlatih dalam 100 hari.

Pengalaman itu memberinya alat untuk menavigasi krisis di masa depan dengan mengembangkan rencana tindakan yang cerdas.

5. Berkontribusi kepada sekitar

Sebagai perusahaan rintisan atau bisnis kecil, Anda mungkin berpikir peluang untuk memberi kembali kepada komunitas terbatas. Pada kenyataannya, ada potensi yang tidak terbatas.

Pertimbangkan bagaimana Anda dapat meminjamkan keahlian Anda kepada profesional dan kelompok bisnis, atau bagaimana Anda dapat mengumpulkan tim Anda untuk tujuan yang berarti. Melakukannya tidak hanya baik untuk bisnis, tetapi juga meningkatkan moral.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top