Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hebat! Miliarder John dan Laura Arnold Sumbangkan 5 Persen Kekayaannya Setiap Tahun

Keluarga Arnold adalah miliarder pertama yang menandatangani kampanye organisasi advokasi Global Citizen \"Give While You Live\", yang menyerukan kepada para miliarder dunia untuk memberikan setidaknya 5% dari kekayaan mereka setiap tahun untuk suatu tujuan
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 06 April 2021  |  16:21 WIB
Miliarder John dan Laura Arnold  - istimewa
Miliarder John dan Laura Arnold - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Miliarder John dan Laura Arnold mengumumkan komitmen untuk menyumbangkan 5% dari kekayaan mereka setiap tahun sebagai bagian dari upaya untuk mendorong peningkatan donasi untuk badan amal.

Keluarga Arnold adalah miliarder pertama yang menandatangani kampanye organisasi advokasi Global Citizen \"Give While You Live\", yang menyerukan kepada para miliarder dunia untuk memberikan setidaknya 5% dari kekayaan mereka setiap tahun untuk suatu tujuan.

“Saat ini, banyak badan amal yang terancam tidak selamat dari pandemi. Namun, lebih dari US$1 triliun yang dijanjikan tersimpan di rekening investasi bebas pajak,” kata John, mantan eksekutif hedge fund yang menjadi filantropis, dalam pengumumannya, seperti dikutip melalui Fortune, Selasa (6/4).

Berdasarkan Forbes Billionaires List, John yang merupakan founder Arnold Ventures LLC, sebelumnya Laura and John Arnold Foundation, memiliki kekayaan bersih sebesar US$3,3 miliar.

Sepanjang 2008 dan 2018, John dan Laura menyumbangkan US$1,8 miliar untuk yayasan mereka. Mereka adalah satu-satunya donor di Laura and John Arnold Foundation.

Komitmen John dan istrinya adalah bagian dari inisiasi antara Global Citizen dengan Initiative to Accelerate Charitable Giving, sebuah koalisi para donor dan ahli yang ingin Kongres menaikkan syarat minimum pemberian donasi.

Dengan menyetujui untuk memberikan 5%, Arnolds secara sukarela memberikan aset mereka setara dengan standar minimum yang harus disumbangkan oleh perusahaan atau organisasi swasta setiap tahun untuk mempertahankan status bebas pajak mereka.

Tetapi ada perdebatan yang sedang berlangsung selama pandemi virus corona tentang apakah yayasan dan dana donor — mirip dengan rekening investasi amal harus diminta untuk memberi lebih karena meningkatnya kebutuhan.

Dana donor tidak diwajibkan untuk memberikan donasi pada tahun tertentu - sebuah isu penting dalam filantropi karena donor dapat segera mengambil potongan pajak sebelum badan amal mendapatkan uangnya.

Keputusan ini bukanlah komitmen filantropis pertama keluarga Arnold.

Mereka juga telah menjadi bagian dari Giving Pledge, sebuah komitmen yang dikembangkan oleh Bill Gates, istrinya Melinda, dan Warren Buffett untuk membuat orang terkaya di dunia memberikan sebagian besar kekayaan mereka selama hidup atau yang diatur dalam wasiat mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daftar miliarder tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top