Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meraup Cuan dari Bisnis Budidaya Jahe Merah

Jahe merah dapat dipanen ketika sudah berusia 10 bulan. Jahe yang siap dipanen yakni jahe yang telah melewati masa mengering yang dilihat dari barang dan daunnya.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 29 September 2021  |  19:27 WIB
Jahe Merah.  - ANTARANEWS
Jahe Merah. - ANTARANEWS

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis budidaya jahe merah dapat menjadi bisnis yang menjanjikan, mengingat banyaknya permintaan jahe merah di masa pandemi.

Untuk budidaya jahe merah sendiri tidak terlalu memerlukan modal yang besar. Tanaman jahe merah juga termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan jenis tanah yang khusus.

Selain itu, jahe merah juga dikenal memiliki banyak manfaat terutama dalam hal kesehatan. Dilansir dari Hellosehat, Jahe merah dapat membantu masalah pencernaan, sendi dan otot, kesuburan pria dan menurunkan asam urat.

Selain itu, jahe merah juga cukup dibutuhkan terutama bagi para UKM yang memang memerlukan bahan pokok jahe merah. Hal ini tentu dapat menjadi peluang bagi Anda yang ingin memulai berbisnis budidaya jahe merah.

Untuk bahan-bahan yang perlu Anda siapkan, Anda memerlukan sisa serutan kayu, sayuran bisa hasil dari sisa sortiran, kotoran hewan, sisa pembakaran, atau komponen alternatif lainnya. Selain itu untuk media tanam, Anda dapat menggunakan tanah ataupun polybag. Namun saat ini media tanam yang cukup populer yakni menggunakan polybag.

Kemudian, untuk perhitungan biaya awal, dilansir dari Maxmanroe jika Anda menyiapkan karung atau polybag 500 pcs, media tanam dan kompos, pupuk NPK, bibit dan lain-lainnya Anda dapat mengeluarkan biaya sebesar Rp7,75 juta rupiah.

Lalu untuk satu karung sendiri dapat menghasilkan sekitar 3-9 kg jahe. Dikutip dari Youtube Abdul Syarif Muhamad (16/12/19), petani budidaya jahe merah, mengatakan bahwa rata-rata dalam satu karung Anda akan mendapatkan pahitnya 5 kg jahe.

Kemudian harga jahe merah sendiri sering mengalami kenaikan dan penurunan harga. Jika dihitung berdasarkan harga rendahnya, 1 kg jahe dijual dengan harga Rp20 ribu.

Lalu, jika dihitung, dengan 5 kg jahe yang dikali dengan harga per kg yakni Rp20 ribu, maka untuk satu karungnya Anda akan mendapatkan Rp100 ribu. Namun, jika Anda menjual 500 karung dengan rata-rata satu karung mendapatkan 5 kg jahe, Anda akan mendapatkan Rp50 juta dengan modal sebesar Rp7,75 juta rupiah.

Namun perlu diketahui bahwa perhitungan tersebut merupakan perhitungan kasar, dan harga bisa berubah sewaktu-waktu.

Untuk prosesnya sendiri, Anda perlu menyiapkan media tanam jahe merah kemudian masuk ke dalam proses pembibitan jahe merah. Proses tersebut mulai dari menyortir dan membersihkan bibit, pengecambahan, penyemaian, menanam dan kemudian masuk ke dalam masa panen.

Untuk masa panen, Jahe merah dapat dipanen ketika sudah berusia 10 bulan. Jahe yang siap dipanen yakni jahe yang telah melewati masa mengering yang dilihat dari barang dan daunnya.

Sedangkan untuk tantangannya sendiri, kualitas jahe merah masih tidak terlalu baik dengan jahe kualitas impor dan mudah mengalami serangan hama penyakit. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan dengan baik selama masa pemeliharaan.

Jika Anda dapat memelihara dengan tekun, tidak mudah menyerah dan terus mempelajari jahe merah, tentu Anda dapat mengatasi tantangan tersebut. Lalu, Apakah Anda tertarik untuk mencoba berbisnis budidaya jahe merah?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha jahe
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top