Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Atik Sugiwara, Ibu Rumah Tangga Berbisnis Desain Digital Sukses Cuan Rp25 Juta per Bulan

Atik Sugiwara merupakan nama yang dipakai dalam membranding bisnisnya. Nama asli Atik sendiri adalah Sugiyatik.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 24 November 2021  |  19:59 WIB
Atik Sugiwara - dokumentasi pribadi
Atik Sugiwara - dokumentasi pribadi

Bisnis.com, JAKARTA - Atik Sugiwara, merupakan sosok ibu rumah tangga yang telah meraup keuntungan hingga Rp25 juta perbulan melalui bisnis desain digital.

Atik Sugiwara telah menjual berbagai desain dan membuka jasa desain yakni dalam botanical drawing, floral illustration hingga line art di platform Etsy dan Fiverr. Hingga kini, Atik juga masih aktif dalam mengunggah portofolionya di Instagram, yakni @atik.sugiwara.

Atik Sugiwara merupakan nama yang dipakai dalam membranding bisnisnya. Nama asli Atik sendiri adalah Sugiyatik.

Atik merupakan ibu rumah tangga dengan tiga anak, dengan paling kecil berusia 8 bulan hingga paling besar berusia tujuh tahun. Sebelum terjun dalam bisnis desain digital, Atik sendiri mengakui telah mencoba berbagai hal.

“Awalnya saya belajar bikin kue. Namun, karena saya tidak berhasil disitu (kue), akhirnya saya membuka kelas merajut, sempat berjualan juga. Ini adalah saat saya mengenal dunia UKM”. Ucap Atik kepada Bisnis.

Atik juga mengakui bahwa dirinya memiliki suami yang suportif. Jika Atik ingin mempelajari sesuatu, maka suaminya akan mendukung terutama untuk peralatan yang dibutuhkan.

Kemudian, setelah Atik fokus merajut dan membuka kelas merajut, Atik belajar dalam melukis. Pada awalnya, Atik belajar melukis bukan untuk berbisnis, namun untuk menghilangkan stres. Atik sendiri tidak memiliki latar belakang dalam desain.

Pada awalnya, Atik memulai bisnis ketika temannya berminat untuk dibuatkan. Selain itu Atik juga memang menyukai melukis bunga, terutama dengan gambar yang realistik di berbagai media.

Kemudian, Atik juga melihat di pasar bahwa lukisan wajah mendapatkan pendapatan setiap harinya. Hal ini yang juga mendorong Atik untuk mempelajari lukis wajah selain melukis bunga.

Singkat cerita, dikarenakan kehamilan anak ketiga, Atik merasa lelah dan tidak menerima pesanan dahulu. Kemudian setelah merasa lebih baik, Atik mencoba untuk menjual desainnya di berbagai platform dan di reject berkali-kali.

“Alhamdulillah, saya direject di situ (situs) berkali-kali. Saya coba berbagai style namun masih direject.” ucap Atik.

Atik kemudian membuka situs lain dan mencoba untuk tidak menyerah, dengan mempercayai desain yang ia buat. Selang seminggu, desain tersebut terjual dan Atik mulai menekuninya.

Untuk desain floral simpel, Atik menghargai dengan US$5-10 dollar dengan pengerjaan kira-kira 15-30 menit. Bahkan Atik mengaku dapat mengerjakan dalam waktu 5 menit jika memiliki ide. Namun untuk premium yakni lebih detail, Atik mematok harga di US$30-40 dollar.

Atik juga mengatakan jika dirinya sambil mengurus anak, dalam sehari dirinya mampu mengerjakan 10-15 desain dengan detail. Namun jika suaminya di rumah dan membantu dalam mengurus anak, dirinya dapat mengerjakan hingga 30 desain dalam sehari.

Untuk pendapatan, minimal Atik akan mendapatkan US$800 dollar atau Rp11,4 juta rupiah dalam sebulan. Sedangkan untuk pendapatan maksimal yang diakumulasikan hingga hari ini (24/11/21), Atik mendapat sekitar US$1.800 dollar atau setara dengan Rp25,6 juta rupiah.

Atik juga mendapatkan klien dari berbagai negara, terutama paling sering dari Australia. Selain itu, Atik juga mendapatkan klien dari Amerika, Jerman, Italia dan negara lainnya. Atik mengaku bahwa cukup jarang klien dari Asia.

Bahkan sebelum mencapai angka minimal saat awal membuka bisnis, Atik merasa bersyukur mengingat dirinya adalah seorang ibu rumah tangga.

Membahas mengenai perannya sebagai ibu rumah tangga, Atik mengaku bahwa hal ini sudah dibicarakan dengan suaminya.

“Hal ini sudah didiskusikan dengan suami, dan suami mendukung.” Ucapnya.

Atik juga menambahkan bahwa dengan bekerja sesuai dengan hobinya yang sudah lama dicari, maka akan membantunya dalam menghilangkan rasa stress atau jenuh.

Pada awal memulai bisnis, Atik mengaku perlu ada beberapa hal yang harus dikorbankan. Namun saat ini, Atik merekrut orang dalam membantu aktivitasnya, baik dalam bisnis ataupun dalam rumah tangga.

Berdasarkan pengalamannya, Atik menekankan untuk terus mencoba dan jangan menyerah. Atik mengaku sempat down dikarenakan mendapatkan bad review dari konsumen, walaupun sedikit.

Atik mengaku bahwa sebenarnya dirinya membuka jasa revisi bagi para klien. Namun klien tersebut tidak memanfaatkan jasa dari Atik dan langsung memberikan ulasan yang kurang baik.

Di sisi lain, Atik sampai tersentuh mendapatkan review dari pada klien terutama jika sesuai dengan apa yang diharapkan klien. Ada kliennya yang juga terharu dan bahkan menangis karena Atik benar-benar menggambar sesuai dengan apa yang dibayangkan klien.

Untuk bagi para pelaku bisnis di bidang ini atau masih dalam tahap belajar, Atik menyarankan untuk terus mencoba dan mencoba di berbagai platform. Jika sudah mendapatkan desain yang laku, maka Anda dapat mencoba untuk terus konsisten sebagai ciri khas dari style gambar Anda.

Anda dapat menyebarkan berbagai gambar Anda di berbagai situs, dan dengan sendirinya akan mengerucut. Hal ini disampaikan berdasarkan pengalaman Atik sendiri hingga berfokus pada platform Etsy dan Fiverr.

Atik kini juga terus belajar dan mengikuti berbagai kelas, baik untuk menaikan skillnya dalam menggambar dan pemasaran.

Untuk kedepannya, Atik ingin membuka workshop untuk orang-orang yang ingin mempelajari desain dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Atik akan terus mengembangkan bisnisnya yang telah dibangun dari awal tahun 2020 ini.

“Perbanyak riset untuk yang baru memulai, cobalah berbagai macam style dan nanti akan mengerucut pada style yang paling nyaman. Terkadang kembalilah ke titik awal, karena yang simpel kadang menjadi yang dicari. Tetap mengeksplor namun jangan langsung ke hal yang kompleks, dan mengetahui pemasarannya. Jika Anda memiliki modal, maka Anda dapat mengikuti kelas” Ucap Atik.

“Paling pertama adalah action terlebih dahulu. Setelah action maka kita akan menemukan kesulitan dan kemudian kita akan mencari solusi dengan mempelajari dari kelas yang kita butuhkan”.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top