Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Rental Mainan, Ini Kisah Sukes Mantan Bankir

Saat awal merintis, Fitri masih berkarier sebagai pimpinan cabang salah satu bank swasta di Kota Tanjungpinang.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 27 November 2021  |  20:19 WIB
Anak-anak usia 5 tahun memiliki kemampuan terbesar untuk berkreasi.  - littleyou.me
Anak-anak usia 5 tahun memiliki kemampuan terbesar untuk berkreasi. - littleyou.me

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap orang tua, terutama yang baru memiliki anak pasti ingin membeli berbagai barang dan kebutuhan untuk si buah hati. Tak jarang, barang-barang yang dibeli tersebut hanya digunakan beberapa kali saja padahal harga produk kebutuhan bayi dan balita terbilang tidaklah murah.

Misalnya saja stroller bayi, boks tempat tidur bayi, baby chair, bounce, berbagai mainan dan kebutuhan bayi lainnya. Itu pula yang dialami oleh Fitriannisa yang mengaku sangat impulsif saat melihat barang-barang bayi sehingga langsung ingin membeli padahal harganya cukup tinggi dan hanya digunakan sebentar.

“Pas habis lahiran aku beli banyak kebutuhan bayi untuk anakku. Ternyata cuma dipakai sebentar, lalu usia anak 4 atau 5 bulan aku coba sewa-sewakan, ternyata respons positif,” ujar wanita asal Jakarta ini.

Ide awal membuka bisnis rental ini bermula ketika dia melihat temannya yang memposting mainan lucu untuk anak, ternyata mainan-mainan tersebut merupakan hasil sewa. Dari situ dia lantas berpikir untuk menyewakan mainan dan berbagai kebutuhan bayi yang telah dibelinya.

Saat awal merintis, Fitri masih berkarier sebagai pimpinan cabang salah satu bank swasta di Kota Tanjungpinang. Tak jarang dia kewalahan melayani para pelanggannya karena semua dikerjakan sendiri mulai dari administrasi, proses pemasaran hingga packing. Beruntung sang suami juga bersedia membantunya mengantarkan barang-barang pesanan dari para pelanggan.

“Saat awal merintis itu berat sekali, kami bahkan harus pulang larut malam usai mengantarkan pesanan konsumen,” tuturnya.

Setelah tujuh bulan berjalan, bisnis yang diberi nama Hoopla Rental Mainan ini kian berkembang hingga mulai direkrut karyawan untuk membantu melayani pelanggan.

Di sisi lain dia juga berfikir jika berbisnis sambil bekerja maka harus ada salah satu yang direlakan. Apalagi sebagai pimpinan cabang, ada kemungkinan dia akan dipindahtugaskan ke daerah lain sedangkan saat itu masih memiliki anak bayi.

Akhirnya dia pun memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai pimpinan cabang perbankan dan fokus untuk mengembangkan bisnis rental mainan di Batam. Sebab dia melihat prospek bisnis rental ini cukup menarik seiring dengan permintaan yang terus meningkat hingga membuatnya sering kali kewalahan melayani pesanan.

Meski bisnis rental tersebut dibuka di Batam, nyatanya permintaan tidak hanya berasal dari kota Batam saja tetapi juga dari berbagai kota lainnya di Indonesia seperti Kepri, Lampung, Bogor, Tangerang, hingga Jakarta.

Banyaknya permintaan dari luar kota sebab dalam memasarkan jasa rental mainan ini, Fitri memanfaatkan digital marketing dengan memanfaatkan media sosial termasuk membuat website penyewaan mainan.

Seiring berjalannya waktu, bisnisnya pun kian berkembang jumlah produk dan mainan yang disewakan di Hoopla juga terus bertambah. Mulai dari perlengkapan travelling car sheet, gendongan premium, mainan playground, istana balon, kolam renang, mobil-mobilan hingga kebutuhan ibu seperti pompa asi maupun baby plus untuk edukasi kehamilan.

Untuk menjaga kepercayaan konsumen, dia benar-benar menjaga kebersihan dan higienitas dari produk yang disewakan. Seluruh barang-barang yang datang langsung dibersihkan dan disikat. Walaupun tersimpan akan di wrapping Sementara itu untuk barang yang dikembalikan dari pemakai sebelumnya akan disemprot disinfektan dan dibersihkan semuanya.

Untuk memenuhi kelengkapan item mainan dan berbagai produk yang ditawarkannya, Fitria juga membuka sistem titip sewa kepada para orang tua yang ingin menyewakan mainan maupun perlengkapan anak dan bayi.

Namun tentu saja mereka tidak asal menerima begitu saja karena barang-barang yang dititip jual tersebut harus benar-benar diseleksi mana yang masih bagus dan layak pakai.

“Ada juga investor yang hanya menginvestasikan uangnya dan kemudian kami yang memilihkan barang-barang kebutuhan apa saja yang biasanya banyak diminati untuk kemudian disewakan. Nantinya dari uang penyewaan itu akan dibagi dua 50-50,” jelasnya.

Dengan adanya investor maupun orang yang menitip sewakan barang kebutuhan ibu dan bayi di Hoopla Rental tentu ikut membantu menambah variasi produk sehingga konsumen juga dapat memilih berbagai jenis mainan dan perlengkapan sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Varian dan update mainan yang lagi happening saat ini penting banget di rental. Makanya untuk beberapa mainan lama biasanya aku preloved atau jual-jualin untuk mengganti dengan mainan baru,” tuturnya.

Tidak hanya menyasar konsumen ibu-ibu rumah tangga, dalam memasarkan produknya, Hoopla juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan seperti hotel, restoran, imigrasi, mal hingga sekolah dan corporate untuk menyediakan playground anak-anak, termasuk untuk kebutuhan acara ulang tahun anak.

“Dengan menyewa playground maka mereka bisa mengganti jenis permainannya setiap bulan sehingga anak-anak akan merasa senang bermain di sana,” ujarnya.

Wanita berusia 30 tahun ini masih meyakini bahwa prospek bisnis rental mainan anak ini masih memiliki prospek yang cerah. Apalagi jumlah angka kelahiran di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

Biasanya para orang tua ingin membelikan berbagai jenis mainan dan perlengkapan anak tetapi harganya seringkali cukup tinggi. Dengan menyewa mainan, perlengkapan maupun kebutuhan bayi selain dapat berhemat, orang tua bisa sekaligus mencari tahu produk mana yang benar-benar dibutuhkan anak sebelum memutuskan untuk membeli.

Hoopla Rental Mainan anak sendiri pun terus mengalami perkembangan yang signifikan, bahkan di masa pandemi ini diakui olehnya penyewaan mainan dan perlengkapan anak terbilang cukup tinggi karena anak tidak bisa main ke luar sehingga banyak orang tua yang menyewakan mainan untuk anak-anaknya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam wirausaha entrepreneur inspirasi bisnis industri mainan kota tanjung pinang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top