Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Jajaran Forbes 30 Under 30 Asal Indonesia di Tahun 2022, Ada Founder Jinisio hingga Hubble

Pemuda yang masuk jajaran Forbes 30 Under 30 Asia dari Indonesia mayoritas membangun bisnis untuk menyediakan layanan teknologi. Inilah jajaran Forbes 30 Under 30 Asia yang berasal dari Indonesia dari berbagai bidang.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 30 Mei 2022  |  17:10 WIB
Jajaran Forbes 30 Under 30 Asia -  Forbes
Jajaran Forbes 30 Under 30 Asia - Forbes

Bisnis.com, JAKARTA - Asia sebagai sarang bagi pertumbuhan startup di dunia telah menelurkan bibit pebisnis muda yang berhasil masuk Forbes 30 Under 30 Asia pada tahun 2022.

Mereka berasal dari 22 negara dan wilayah. India menempati peringkat nomor satu dengan kandidat terbanyak.

Sementara itu, Singapura (34), Jepang (34), Australia, Indonesia (30), dan China (28). Sebanyak lebih dari 300 kandidat di Asia, terdapat 90 orang berasal dari Asia Tenggara.

Indonesia sendiri telah menjadi ladang yang menarik bagi pertumbuhan startup.

Berdasarkan laporan Google, Temasek and Bain, e-Conomy SEA 2021 yang dipublikasikan pada November, pendanaan modal ventura senilai US$4,7 miliar mengalir ke perusahaan rintisan Indonesia pada paruh pertama 2021.

Pemuda yang masuk jajaran Forbes 30 Under 30 Asia dari Indonesia mayoritas membangun bisnis untuk menyediakan layanan teknologi. Inilah jajaran Forbes 30 Under 30 Asia yang berasal dari Indonesia dari berbagai bidang:

1. Dita Aisyah.

Salah satu pendiri perusahaan teknologi yang fokus pada pendidikan, Binar Academy pada 2017. Dia membangun perusahaan bersama Alamanda Shantika dan Seto Lareno.

2. Vina Muliana

Vina adalah seorang content creator yang berfokus pada konten terkait dengan pengembangan karir. Dia telah memiliki 4,5 juta pengikut di TikTok sejak mengunggah video pertamanya pada 2021.

3. Apriyani Rahayu (23).

Dari jajaran dunia hiburan dan olahraga, peraih medali emas Tokyo Olympics 2020 ini berhasil membuktikan prestasinya sebagai atlet badminton. Dia bergabung dengan tim nasional pada 2017 saat berumur 19 tahun.

4. Retno Dewanti (27).

Retno telah mengepalai investasi di Singapura dan Indonesia lewat kariernya di Access Ventures, modal ventura yang berbasis di Hong Kong. Dia pertama kali menjadi pemain di dunia modal ventura pada umur 21 tahun.

5. Melvin Hade (26).

Pada 2021, dia terpilih menjadi partner di Global Founders Capital Asia Pasifik pada umur 26 tahun, menjadikannya yang termuda di kawasan. Dia berperan dalam investasi pada perusahaan tahap awal seperti Fithub dan Astro.

6. Samuel Lie (26).

Dia adalah Wakil Presiden termuda di Northstar Group, perusahaan manajemen ekuitas swasta di Singapura. Dia berperan dalam kesepakatan di berbagai kawasan yang melibatkan perusahaan seperti GoJek, GoPay, eFishery, dan Bank Jago.

7. Pitra Harun (28).

Dia adalah salah satu pendiri dan kepala Asia Partner yang berbasis di Singapura dengan dana kelolaan hingga US$384 juta yang diinvestasikan ke perusahaan tahap pengembangan.

8. Markus Liman Rahardja (29).

Duduk di kursi VP investasi dan pengembangan bisnis di BRI Ventures menjadikannya termasuk pemain modal ventura berprestasi di Indonesia. Sebelum bergabung dengan BRI, dia adalah CEO Zelos, platform penyedia informasi pekerjaan.

9. Nadia Amalia, Nadia Fadhila dan Fransisca Susan.

Tiga dara asal Indonesia ini meluncurkan Sribuu, aplikasi keuangan yang memberikan bantuan untuk menyusun pengeluaran dan mendeteksi aktivitas belanja.

10. Alif Jafar dan Hendri Wijaya.

Kedua pemuda ini bersama Wafa Taftazani membangun UpBanx, fintech yang memberikan pembiayaan kepada influencer dan berbagai merek yang berkembang pesat di Indonesia. Mereka berhasil mendapatkan pendanaan senilai US$5,5 juta untuk putaran pre-seed dari Alto Partners, Alpha JWC Ventures, Y Combinator dan kreator lokal.

11. Maxime Chaury (29).

Chaury memimpin ekspansi Flash Coffee Indonesia yang memiliki gerai dengan pertumbuhan pesat selama pandemi menjadi 81 gerai pada tahun ini. Flash Coffee memiliki 225 gerai di tujuh negara di Asia, utamanya di Indonesia dan Thailand.

12. Jhameson Ko dan Dominik Laurus Laurus.

Mereka mendirikan Off FOODS pada Juli 2021 dan memasok daging nabati (OFF DAGING) ke restoran dan rantai makanan di Indonesia. Mereka mengklaim telah menjangkau pelanggan di 10 kota melalui merek makanan lokal seperti Wanfan rice bowl dan Peco Peco Sushi.

13. Adam Adha, Prasetyo Budiman dan Faatih Rifqi Muqaffi.

Ketiganya berhasil memanfaatkan momentum meledaknya NFT. Mereka mendirikan Superlative Secret Society bersama seniman Arif Wijaksana pada 2021. Koleksi pertamanya terdiri dari 11.110 karya yang menggambarkan makhluk metafisik.

14. Debeasinta Budiman dan Garret Koeswandi.

Dua pemuda ini membangun Aplikasi Super yang merupakan jaringan agen yang mendistribusikan sembako dan barang kebutuhan pokok di kota kecil dan di daerah pelosok. Mereka sejauh ini telah menghimpun pendanaan total US$36 juta dari investor termasuk Alpha JWC Ventures, rapper Jay-Z dan Direktur Pelaksana World Bank Mari Elka Pangestu.

15. Sherlyn Adhianni Gautama dan Marcella Moniaga.

Pendiri Astro, penyedia layanan antar sayuran dan produk esensial di area Jakarta. Astro menutup putaran pendanaan seri A senilai US$27 juta yang dipimpin oleh Sequoia Capital India dan Accel yang berbasis di AS, menyusul pendanaan awal senilai US$4,5 juta pada November dari AC Ventures, Global Founders Capital, Lightspeed Venture Partners, dan Goodwater Capital.

16. Edward Djaja (26).

Edward mendirikan Seven Retail langsung dari bangku kuliah. Perusahaan multi-merek yang berbasis di Jakarta ini memiliki dan mengelola beberapa merek ritel F&B dan gaya hidup seperti restoran mie Golden Lamian, kopi Hey! Kafe dan klinik kulit Sozo.

17. Iqbal Muslimin dan Andika Saputra

Mereka adalah pendiri Evermos, platform social commerce berbasis di Indonesia yang memungkinkan reseller dan usaha kecil untuk menjual produk halal yang cocok untuk konsumen muslim.

18. Dian Fiona (28).

Dian berhasil menciptakan brand pakaian Jinisio pada Desember 2018 yang berawal dari celana jeans tanpa merek yang dijual ayahnya. Kini, dia memiliki jutaan pengikuti di Instagram.

19. Rick Firnando (29).

Rick Firnando memulai Verihubs, platform otentikasi dan pencegahan penipuan berbasis AI di Indonesia. Dia telah melayani lebih dari 100 klien di seluruh perbankan, fintech dan e-commerce, termasuk BCA, Commonwealth Bank, Bukalapak, dan platform pembayaran Payfazz.

20. Margana Mohamad and Wisnu Nugrahadi.

Pendiri Sampingan, platform bagi pekerja kerah biru yang berdiri pada 2018 ini telah menghimpun pendanaan seri A senilai US$5 juta dari Altara Ventures. Total pendanaan yang diraih mencapai US$7,1 juta.

21. Peter Kristianto Widjaja (28).

Dia merupakan salah satu pendiri Hubble, sebuah perusahaan berbasis di Singapura yang menawarkan solusi perangkat lunak untuk membantu mengelola dan memantau proyek konstruksi dari berbagai aspek, seperti izin, tenaga kerja, mesin, dan pasokan material.

22. Bintang Ekananda (27).

Melalui Koinpack, Bintang mengembangkan startup yang menjual produk konsumen seperti sabun, shampoo, dan beras dari perusahaan seperti P&G dalam kemasan yang dapat didaur ulang dengan tujuan mengurangi penggunaan sampah plastik. Dia juga melibatkan individu dan warung lokal. Koinpack mengklaim menjual lebih dari 20.000 produk.

23. Tri Ahmad Irfan (25).

Penyedia layanan untuk pekerja kerah biru, Lumina telah memberikan layanan informasi pencari kerja kepada 200.000 orang. Dia berhasil menggaet sejumlah investor seperti Y Combinator, Alpha JWC Ventures, dan Monk's Hill Ventures.

24. Irmandy Wicaksono (28).

Irmandy adalah seorang peneliti dan kandidat Ph.D dari MIT Media Lab. Dia meneliti dan mengembangkan tekstil dan garmen elektronik dengan aplikasi. Karyanya yang terkenal termasuk pakaian biomedis yang dapat dicuci yang dapat memantau suhu tubuh, detak jantung, dan pernapasan. Kini Irmandy telah memegang tiga paten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

forbes StartUp pengusaha muda 30 under 30
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top