Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pebisnis, Ini 5 Tips Gaet Konsumen dalam 8 Detik

Berikut lima tips untuk menarik perhatian pelanggan atau konsumen dalam 8 detik saja.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  18:00 WIB
Pebisnis, Ini 5 Tips Gaet Konsumen dalam 8 Detik
Tips bisnis planning - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak era internet, tingkat konsentrasi manusia konon merosot tajam dan kabarnya lebih rendah dari ikan mas koki.

Temuan baru penelitian, yang dilakukan Microsoft, melaporkan bahwa ikan kecil tersebut dapat fokus selama sembilan detik. Sedangkan, manusia hanya mampu fokus selama delapan detik.

Adapun, alasan mengapa perhatian orang mudah beralih, hal ini bukan karena penurunan konsentrasi, namun lebih tepatnya terjadi lantaran orang (khususnya kalangan muda) enggan ketinggalan informasi (Fear of Missing Out) atau ketinggalan zaman.

Faktor inilah yang mendorong anak muda terus mengikuti segala kebaruan yang muncul di dunia maya.

Dalam hal dunia pemasaran pun, kini Anda hanya memiliki delapan detik untuk memikat pelanggan Anda sebelum rentang ketertarikan audiens menurun di 8 detik pertama.

Melansir dari Entrepreneur pada Kamis (07/7/2022), berikut lima tips untuk menarik perhatian pelanggan atau konsumen dalam 8 detik saja.

1. Cara menarik perhatian pelanggan dalam waktu kurang dari delapan detik

Tentu, tampilan menjadi hal yang utama dalam menarik perhatian banyak, tetapi mari kita fokuskan pada upaya pemasaran yang ada.

- Situs web

- Postingan media sosial

- Email

- Newsletter

Pikirkan tentang berapa banyak situs web yang Anda telusuri untuk mencari tempat makan. Berapa banyak iklan yang Anda lihat di Facebook saat Anda bermain media sosial tersebut pada malam hari? Dan, jangan tanya soal berapa banyak email dan surat yang diterima, sebab biasanya email yang menumpuk, akan Anda lihat sekilas lalu dengan cepat menghapusnya.

Tentu, Anda menyadari bahwa informasi dan iklan terus-menerus membanjiri Anda. Maka baiknya, Anda memikirkan kembali dan memosisikan diri Anda sebagai target audience.

Sehingga, dari hal tersebut Anda mengetahui dasar mengapa Anda harus berusaha membuat kesan pertama yang baik. Dan ingat, Anda hanya memiliki delapan detik untuk melakukannya.

2. Tulis copy yang menarik

Apa kesamaan situs web, pos media sosial, email, dan newsletter Anda? Mereka semua menggunakan copy.

Copy artinya konten berupa kata-kata yang dibuat dengan tujuan pemasaran. Konten tersebut bisa saja anda temukan di halaman web, sosial media, tagline, atau dalam bentuk lain.

Jadi copy itu dapat diaplikasi dalam banyak bentuk. Jika copy itu dibacakan, misalnya dalam sebuah iklan maka bentuknya menjadi suara bukan lagi teks. Copy ini bukanlah copy yang berarti salinan.

Pikirkan tentang hal-hal seperti baris subjek, tajuk situs web, posting media sosial, dan salinan iklan. Ini mungkin salah satu hal pertama yang dilihat seseorang, bahkan sebelum mereka mendapatkan desain yang indah

Seperti buku yang bagus, bentuk penulisan dapat menarik pelanggan potensial, menarik perhatian mereka, dan membuat mereka terus membaca. Atau, bahkan hal sebaliknya terjadi.

Jika Anda ingin konten tulisan Anda menarik perhatian seseorang lebih dari delapan detik, Anda dapat memulai dengan tips berikut:

- Pahami audiens target Anda dengan cara melakukan analisis pasar

- Bercerita

- Jangan berlebihan dengan informasi

- Lakukan A/B testing untuk headers, copy yang ada di website, hingga baris subject email.

- Lakukan koreksi (atau berisiko kehilangan perhatian seseorang karena kesalahan tata bahasa)

- Personalisasi kata-kata untuk audiens Anda ( Halo, business owners. Saya senang Anda ada di sini.)

- Singkirkan istilah dan jargon khusus industri

- Gunakan alat bantu (misalnya, grammarly, ejaan.id, KBBI dll.)

Singkatnya, sebuah kata-kata terus mendapat perhatian seseorang. Tetapi tak hanya mengandalkan ‘copy’, Anda pun membutuhkan desain yang menarik.

Menurut sebuah penelitian, rangkaian kata-kata dan desain sebenarnya memiliki pengaruh terbesar pada kesan pertama orang terhadap sebuah situs web.

Apalagi, 65% populasi adalah pembelajar visual, desain yang menarik harus dimiliki untuk bisa menarik perhatian seseorang melewati batas delapan detik—dan membantu mereka menyimpan informasi.

Anda dapat membuat desain yang optimal melalui:

- Warna merek

- Hirarki visual

- Tipografi

- Ikon yang menarik perhatian

Jika Anda tidak memiliki desainer grafis dalam bisnis Anda dan tidak ingin melakukan outsourcing, pertimbangkan untuk menggunakan template untuk membantu Anda mendesain email dan materi pemasaran lainnya.

3. Navigasi yang mudah

Menu navigasi memiliki peran penting dalam sebuah website. Tanpa navigasi, pengunjung web akan kesulitan untuk menemukan konten atau informasi yang mereka cari. Akibatnya, user akan keluar dari website Anda dan beralih ke web kompetitor. Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi.

Menu navigasi harus dirancang dengan baik untuk memudahkan user ketika mencari info yang mereka butuhkan.

Selain itu, navigasi yang baik juga akan mendorong user untuk menjelajah isi web Anda. Dengan demikian para pengunjung dapat lebih memahami produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Sehingga, penting untuk membuat semuanya semudah, sejelas dan seresponsif mungkin melalui:

- Tampilan UI yang sederhana

- Waktu muat cepat (probabilitas bouncing situs web meningkat menjadi 90% jika waktu buka halaman berlangsung dari satu hingga lima detik)

- Desain ramah seluler ( 57,38% dari semua lalu lintas web berasal dari seluler)

- UX yang baik (pengalaman pengguna)

- Pelabelan yang mudah dipahami

4. Konsistensi

Siapa di sini yang setuju bahwa inkonsistensi dapat mengakibatkan sebuah keguncangan.

Mike Kappel pun memberi sebuah contoh: Anda sudah terbiasa dengan merek bisnis favorit Anda (misalnya, warna, logo, gaya, dll.). Suatu hari, Anda mulai menerima email dari mereka yang benar-benar berbeda dari biasanya (misalnya, warna baru di setiap email, logo baru, dll.). Awalnya, Anda tertarik. Tapi setelah beberapa saat, Anda mendapat pukulan telak, di mana perhatian pelanggan beralih ke sosok yang baru.

Pelanggan tidak ingin melihat situs web dan materi pemasaran yang berubah dari hari ke hari. Mereka ingin konsistensi untuk menjaga perhatian mereka. Mengapa? Karena konsistensi meningkatkan kepercayaan konsumen pada suatu merek (ingat bahwa kesalahan pemasaran "Coke Baru" ?).

Artinya, ketika Anda menghancurkan kepercayaan pelanggan Anda pada merek Anda, maka Anda harus siap kehilangan perhatian mereka (karena siapa yang ingin memperhatikan seseorang yang tidak dapat mereka percayai?)

5. Berikan Call to Action

Mengapa Anda membagikan artikel blog di media sosial? Atau mengiklankan penjualan satu hari melalui email? Tujuan Anda sama: Membuat penerima mengambil tindakan. Jadi apakah Anda ingin mereka membaca artikel blog Anda atau pergi ke acara penjualan Anda, Anda memerlukan ajakan bertindak (CTA) yang jelas.

CTA mendorong seseorang untuk mengambil tindakan tertentu. Jika Anda ingin menarik perhatian seseorang, Anda memerlukan instruksi yang jelas sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Bahkan, istilah tersebut sangat populer karena memiliki peran penting yaitu membantu meningkatkan conversion rate suatu brand.

Berikut adalah beberapa contoh ajakan bertindak:

- Berlangganan hari ini
- Coba gratis
- Masukkan ke keranjang
- Daftar
- Pelajari lebih lanjut

Tapi, Anda harus cermat dengan kalimat Call to Action, jangan sampai membuat pelanggan Anda kebingungan.

Apakah mungkin untuk menarik perhatian seseorang lewat dari 8 detik?

Jawabannya bisa. Meski, rentang perhatian kita mungkin menyusut seiring berjalannya waktu, tetapi bukan berarti mempertahankan perhatian menjadi suatu tidak mungkin.

Ini berarti, kita hanya perlu menemukan cara yang lebih baik untuk melakukannya.
Jadi seiring berjalannya waktu, tinjau kembali strategi yang Anda gunakan untuk menarik perhatian pelanggan Anda. Anda dapat melakukannya dengan:

- A/B testing

- Meneliti tren baru

- Meminta pelanggan untuk memberikan feedback

- Menolak untuk tetap stagnan. Artinya, terus melakukan evaluasi dan pembaharuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis peluang bisnis konsumen pelanggan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top