Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Peluang Bisnis Haus! yang Tawarkan Skema Franchise Investor Pasif

Haus! merupakan franchise minuman kekinian asal Jakarta yang menyediakan thai tea dan berbagai minuman lainnya. Usaha ini dinaungi oleh PT Inspirasi
Haus Indonesia
Haus Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak tahun 2019 Haus! mulai dibuka, banyak orang langsung membeli franchise-nya. Hal ini karena, banyak pebisnis menilai franchise Haus! dapat mengombinasikan antara promo, serta beragamnya pilihan minuman dengan tetap memberikan harga yang murah.

Alhasil, produk dari segmen pasar yang ditargetkan pun cukup luas. Jadi, tak heran apabila setiap gerainya selalu ramai dikunjungi oleh para pelanggan. Lantas, seperti apa peluang bisnis franchise minuman ini? Simak ulasan Bisnis selengkapnya.

Profil Bisnis Franchise Haus!

Haus! merupakan franchise minuman kekinian asal Jakarta yang menyediakan thai tea dan berbagai minuman lainnya. Usaha ini dinaungi oleh PT Inspirasi Bisnis Nusantara dan diprakarsai oleh Gufron Syarif bersama 3 orang temannya pada Mei 2018.

Gerai pertama Haus berada di lokasi kampus Binus Jakarta Barat. Pesatnya perkembangan bisnis ini, membuat per September 2022, Haus! sudah memiliki 197 cabang outlet yang tersebar di 18 kota, termasuk Surabaya, Bandung, Jogja, Solo, Karawang, Serang, dan Cilegon.

Meskipun, Haus! memilih jalur berbeda dari franchise kopi kekinian lainnya. Di mana, Haus! mendaulatkan diri untuk menyediakan opsi non-kopi. Tapi, sebenarnya franchise ini juga mengusung banyak minuman mulai dari boba hingga beragam pilihan kopi lainnya.

Konsep Haus! pun berbeda dengan kedai–kedai franchise minuman thai tea yang sudah banyak ada di Indonesia. Di mana, konsep gerai Haus berupa mini cafe yang lebih fokus pada minuman yang take-away tapi tetap memiliki beberapa meja dan kursi yang bisa digunakan pelanggan untuk bersantap di tempat.

Peluang Bisnis Franchise Haus!

Sebelum tahun 2020, Haus memang menerapkan konsep franchise dengan biaya Rp200 juta, Dengan harga tersebut, maka mitra akan memeroleh beberapa jenis peralatan. Mulai dari renovasi tempat, lisensi 5 tahun, alat standar paket kemitraan, training karyawan, sistem penjualan, dan juga bahan baku awal.

Terkait pembagian hasil, Franchise Haus! sempat menerapkan sistem bagi hasil 50%-50%, sebab, sebagian besar kegiatan operasional diatur oleh manajemen Tim Haus!.

Namun, sayangnya, berdasarkan keterangan di laman resmi Haus!, sekarang brand minuman tersebut sudah tidak lagi membuka kesempatan franchise.

Terkait alasan, mengapa Haus! tidak menerapkan sistem franchise (waralaba) dalam ekspansi bisnisnya kembali, karena melihat adanya kecenderungan kelangsungan bisnis dengan modal waralaba sangat minim untuk bisa sukses dalam jangka panjang. Sebab banyak ego yang timbul dari para franchisee (terwaralaba) dan prinsipal.

Sehingga, untuk saat ini seluruh gerai telah dimiliki atau dikelola penuh oleh manajemen Haus!. Dengan menerapkan sistem seperti ini, Haus! jadi memiliki kendali penuh terhadap setiap produk dan layanan dari gerai yang beroperasi. Pertumbuhan bisnis Haus! yang berkelanjutan merupakan salah satu target perusahaan yang ingin dijaga.

Haus! Berikan Opsi Skema Kerja Sama Investor Pasif

Tapi, bagi Anda yang tertarik untuk mencicipi keuntungan dari bisnis ini tak perlu khawatir. Melansir dari Bisnis, dibandingkan dengan franchise, Haus! justru menawarkan skema kerja sama dengan sistem investor pasif untuk mengembangkan bisnisnya agar bisa dikontrol langsung secara prinsipal.

“Jadi tiap kali kita mau buka toko kita kumpulin modal dari investor pasif jadi kita cuma butuh uang dari mereka lalu tokonya kita yang menjalankan,” tutur Gufron.

Di sini, investor hanya perlu menyetorkan sejumlah uang dalam jumlah tertentu sebagai modal mendirikan bisnis franchise Haus!, nantinya investor akan diberikan laporan tiap bulan atas kinerja eksekusi bisnis yang ada. Setelahnya, investor akan mendapatkan pendapatan pasif secara berkala.

Ke depannya, Haus! pun akan menargetkan bisa membuka sebanyak 1.000 toko di seluruh Indonesia. Haus! juga akan meluncurkan aplikasi yang bisa digunakan konsumen untuk memesan secara delivery ataupun takeaway. Selain itu, dia juga akan memperbanyak ekspansi toko di kota tier ketiga di Indonesia di wilayah non perkotaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler