Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manfaatkan Data Digital dalam Strategi Bisnis, Usaha Cwie Mie Ini Berhasil Miliki 9 Outlet

CWIMS, usaha kuliner yang terkenal dengan menu Cwie Mie Malang, sukses mengembangkan usaha dan berekspansi di tengah pandemi Covid-19
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 09 September 2022  |  08:00 WIB
Manfaatkan Data Digital dalam Strategi Bisnis, Usaha Cwie Mie Ini Berhasil Miliki 9 Outlet
Foto: Adimas Satya, Co Founder CWIMS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – CWIMS, usaha kuliner yang terkenal dengan menu Cwie Mie Malang, sukses mengembangkan usaha dan berekspansi di tengah pandemi Covid-19. Implementasi solusi digital menjadi kunci dalam perkembangan CWIMS tersebut.

Berawal dari resep otentik Cwie Mie turun temurun dari orang tua, tiga mahasiswa yakni Adimas Satya, atau akrab disapa Satyo, bersama kedua sahabatnya Leontius Joeshi dan Edwin Hartanto, memberanikan diri memulai bisnis CWIMS dari satu gerobak sederhana di parkiran mobil area Bintaro, Jakarta Selatan, pada 2014. 

Ketiganya memiliki aspirasi untuk hadirkan produk Cwie Mie Malang halal dengan rasa enak dan harga terjangkau. Memakai tagline Best Noodle in Town, CWIMS berkomitmen menghadirkan varian bakmi yang terjangkau, tapi dengan rasa yang tidak murahan. 

Bisnis mereka terus berkembang dan saat ini CWIMS sudah mempunyai sembilan cabang di area Jakarta, Tangerang dan Tangerang Selatan. 

Pandai dalam membaca permintaan pasar, CWIMS menawarkan berbagai varian mie di samping menu Cwie Mie Signature yang menjadi produk terlaris saat ini, seperti Mie Roa, Spicy Garlic varian menu nasi goreng, kudapan ringan dan makanan berkuah lain yang layak untuk dicoba.

Di tengah kesuksesan CWIMS, Satyo menceritakan bisnis yang dijalaninya mengalami dinamika dan pasang surut selama perjalanannya. Contohnya saat pandemi Covid-19, CWIMS mengalami penurunan kinerja bisnis yang cukup signifikan. Untuk itu, Satyo melakukan evaluasi bisnis dan memutuskan untuk memanfaatkan sejumlah solusi digital guna bertahan. 

“Menurut saya pribadi, pelaku bisnis memiliki dua opsi dalam meningkatkan penjualan di tengah pandemi. Antara beralih ke platform online dan meninggalkan penjualan offline mereka (shifting) atau menambah kanal penjualan online dan solusi digital lain sebagai bagian dari bisnis mereka (expanding). CWIMS memilih opsi yang kedua,” jelas Satyo saat menjadi narasumber pada  webinar edukasi bisnis bertajuk A Cup of Moka x Samsung, Kamis (8/9/2022). 

Dalam acara tersebut, Satyo berkesempatan untuk berbagi kisah perjalanan bisnis CWIMS kepada para peserta webinar. Satyo menjelaskan dalam mengadopsi solusi bisnis digital, terlebih dahulu para pelaku bisnis perlu melakukan analisis atas kebutuhan dan preferensi yang dimiliki.

Satyo mengamati ada pergeseran perilaku konsumen yang mulai keranjingan berbelanja secara online.  Dia pun memanfaatkan berbagai platform online food delivery untuk menjual produk siap santap dan marketplace online untuk menjual produk makanan beku. 

Strategi ini berhasil meningkatkan penjualan CWIMS secara signifikan di tahun 2021 apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Alhasil, bisnis CWIMS berkembang secara signifikan dari dua cabang menjadi sembilan cabang.

Foto: Adimas Satya bersama Karyawan CWIMS

Seiring berkembangnya bisnis CWIMS kebutuhan operasional perusahaan menjadi semakin kompleks. Efisiensi operasional bisnis menjadi penting untuk diperhatikan untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan tetap  sehat. Sebagai solusinya, Satyo memanfaatkan Moka, layanan point of sales dari GoTo Financial. Aplikasi kasir digital Moka yang berbasis cloud memudahkan Satyo dalam melakukan pengawasan pada sistem pengendalian jumlah bahan baku dan pencatatan transaksi penjualan. 

“Pencatatan penjualan online menjadi mudah melalui fitur online order management milik Moka yang dapat menjadi aggregator berbagai online food delivery platform. Selain itu pengawasan inventory yang baik menjadi kunci bagi kami dalam menjalankan bisnis. Melalui Moka, kami bisa melakukan pencatatan yang akurat, menekan margin of error pada manajemen dapur dan mempunyai cukup data untuk menentukan strategi bisnis ke depan,” jelasnya. 

Sejak 2021, CWIMS telah menggunakan Moka x Samsung Starter Package yang memudahkan Satyo dan tim mengelola berbagai kebutuhan dasar bisnis multi outlet CWIMS. Pasalnya, dengan Moka x Samsung Starter Package, CWIMS telah mendapatkan gawai Samsung dengan aplikasi Moka yang dilengkapi sejumlah fitur yang memudahkan berbagai pekerjaan operasional. 

“Terlepas dari apapun skala bisnis yang sedang anda jalankan, implementasi solusi digital dalam bisnis merupakan sebuah investasi yang diperlukan di tengah era digital ini. Selayaknya investasi, butuh pertimbangan yang matang sehingga dapat berdampak signifikan terhadap bisnis Anda,” ungkap Satyo.

Melalui kombinasi keuletan para founder serta dukungan teknologi digital, CWIMS sempat meraih penghargaan sebagai TOP 10 Finalist Food Startup Indonesia Accelerice 2021 dan TOP 15 Finalist Food Startup Indonesia 2021. Menurut Sayto dan kawan-kawannya, pencapaian saat ini bukanlah sesuatu yang final, CWIMS berencana untuk mengembangkan sayap bisnisnya lebih luas lagi di masa yang akan datang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

GoPay Goto
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top