Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sosok Ronny Lukito, Pemilik Brand Eiger Jebolan STM yang Sempat Jualan Susu

Simak sosok dan perjalanan bisnis founder Eiger Ronny Lukito yang sukses sebagai brand lokal yang tembus mancanegara.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 28 September 2022  |  10:28 WIB
Sosok Ronny Lukito, Pemilik Brand Eiger Jebolan STM yang Sempat Jualan Susu
Ronny Lukito
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Eiger merupakan brand perlengkapan outdoor terkemuka asli Indonesia yang digemari kaum muda dengan aktivitas outdoor seperti pendakian, penjelajahan sepeda motor, dan lainnya.

Di balik kesuksesannya, ada sosok Ronny Lukito, sebagai pendiri yang telah merintis sejak 1979.

Bahkan, berkat kerja keras dan kekonsistenan dalam berinovasi pada produk dengan mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan, membuat penjualan produk Eiger sudah menembus pasar di berbagai negara. Lantas, seperti apa sosok Ronny Lukito ini? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Profil Ronny Lukito

Ronny Lukito kini menjabat sebagai Direktur Utama, di mana dirinya membawahi PT. Eigerindo Multi Produk Industri (MPI).

Sebelum bisa sesukses sekarang, pria kelahiran 15 Januari 1962 di Bandung ini ternyata tidak memiliki latar belakang keluarga berada, bahkan bisa dikatakan cenderung kurang mampu.

Sejak STM (Sekolah Teknologi Menengah) Ronny memang sudah akrab dengan berjualan susu yang dijajakan dari rumah ke rumah. Hal ini, mengingat dirinya adalah anak ketiga dari enam bersaudara, yang juga merupakan anak laki satu-satunya di keluarga, di mana saudara lainnya adalah perempuan.

Sehingga, hal tersebut mengharuskannya untuk menghabiskan masa kecil hingga remajanya untuk membantu perekonomian keluarga.

Lalu, setelah lulus STM, Ronny secara terpaksa harus mengubur harapan untuk bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, karena saat itu dia terkendala oleh alasan ekonomi.

Mengembangkan Bisnis Tas Keluarga

Pria yang punya darah campuran Buton, Sumatera dan Jakarta tersebut memulai kariernya dengan meneruskan bisnis produksi tas kedua orang tuanya yang sudah didirikan sejak 1976.

Melansir pada Biografiku, saat itu merek tas produknya bernama Butterfly. Nama ini diambil dari merek mesin jahit buatan China yang mereka pakai.

Ronny sendiri membantu membeli bahan ke toko tertentu atau mengantarkan barang dagangan ke pelanggan mereka.

Dari hasil pengalaman itulah, Ronny mulai mempelajari seluk-beluk pembuatan tas, mulai dari desain, proses packing tas, hingga kegiatan transaksi yang dilakukan, yang kemudian menjadi bekal untuk memanfaatkan peluang pasar.

Memperbesar Jaringan Pemasaran

Tahun 1979, Ronny pun mengembangkan bisnis tasnya, dan memilih untuk memasukkan produknya ke berbagai mall seperti Matahari Department Store.

Namun, permohonan Ronny untuk mengajukan diri sebagai pemasok tersebut ditolak terus menerus oleh pihak manajemen pembelian.

Seakan tak putus asa. Ronny secara giat mengembangkan jaringan pemasaran lewat model lain, yakni dengan mencari mitra pengecer baru untuk membuka pasar baru. Ternyata, lewat model pemasaran tersebutlah, pasar memberikan respon positif, maka di tahun 1986, akhirnya Ronny memutuskan untuk memperbesar jumlah produksi dan membeli rumah seluar 600 meter per segi sebagai tempat produksi.

Lalu, 2 tahun kemudian, guna menambah ruang produksi kembali, Ronny pun membeli lagi tanah seluas 6.000 meter persegi. Dia juga mulai mempekerjakan marketing professional untuk usahanya tersebut.

Sebelum diberi nama Eiger, ternyata nama pertama yang dipilih oleh Ronny adalah Exxon, sampai akhirnya produknya masuk ke sejumlah mall.

Sayangnya, nama tersebut terbentur masalah copyright, dan dia mendapat gugatan oleh perusahaan Amerika, Exxon Mobil Corporation. Maka, tak lama kemudian nama tersebut diganti dengan Export dan Sport, di mana pasaran Exsport ditujukan untuk anak muda khususnya wanita.

Setelah pencarian nama yang menghabiskan waktu yang cukup lama. Melansir dari situs resmi Eiger Adventure, sebagai produk asli Indonesia, bisnis ini pertama kali berdiri pada tahun 1993. Nama Eiger diambil dari nama Gunung Eiger di Swiss.

Cita-cita Ronny untuk menjadi pemain terbesar di dalam bisnis tas tercapai, mulai dari Matahari, Ramayana, Gunung Agung, Gramedia, dan Department Store besar lainnya.

Bahkan, kini Ronny memiliki empat perusahaan besar. Beberapa produknya adalah Eiger, Bodypack, Neosack, Nordwand, Morphosa, Exsport, XTREM, Vertic, Domus Danica, Broklyn hingga World Series.

Jadi Market Leader di Segmen Tropical Adventure

Berdasarkan Mens Obsession, sebagai sosok yang punya kemauan besar untuk belajar dan tekun untuk terus melakukan eksplorasi, Ronny mengatakan, Eiger akan lebih fokus dalam mengembangkan program sustainability dengan harapan apapun yang pihaknya lakukan dapat menjadi bagian dari solusi untuk menjaga dan memperbaiki kondisi alam Indonesia.

Dia pun bertekad untuk terus menjadikan Eiger sebagai brand lokal kebanggaan bangsa di segmen tropical adventure market dunia.

Perkembangan Eiger dari tahun ke tahun memang sangat pesat. Adapun, per September ini Eiger telah memiliki 100 toko yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, dari segi produk, perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain seperti dompet, sarung handphone, dan berbagai jenis produk lain.

Melansir dari Bisnis, penjualan produk Eiger saat ini sudah menembus pasar di berbagai negara mulai dari, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Cina, Vietnam, Malaysia, Filipina, Lebanon, dan Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokoh bisnis brand branding
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top