Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kiat Memilih dan Menyeleksi Bisnis Franchise yang Menguntungkan

Mau membeli bisnis franchise, berikut tips memilih dan menyeleksinya.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 11 Januari 2023  |  20:09 WIB
Kiat Memilih dan Menyeleksi Bisnis Franchise yang Menguntungkan
Franchise - ajaib
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tren franchise pada tahun 2023 terus mengalami peningkatan, mengingat model bisnis ini bisa mengurangi risiko kerugian.

Pasalnya, dengan persaingan yang ketat membuat banyak orang mulai mempertimbangkan untuk membuka bisnis sendiri, karena rasa khawatir akan produk atau layanan yang baru akan ditawarkan tidak laku di pasaran. 

Namun, membeli merek franchise bukanlah tugas yang mudah. Ada banyak pertimbangan, mulai dari memeriksa rekam jejak perusahaan hingga melakukan riset pasar agar sesuai dengan kebutuhan calon pelanggan. 

Meneliti seluk beluk bisnis dengan sangat cermat, maka akan membuat peluang Anda untuk berhasil menjadi lebih besar.

Kejelian memilih waralaba sebenarnya hanyalah sebagian dari serangkaian kiat sukses di bisnis waralaba. Maklum, faktor sukses dalam mengembangkan bisnis waralaba memang cukup multi dimensional, termasuk aspek mental dan jiwa kewirausahaan dari para calon franchisee yang harus dimiliki.

Lantas, seperti apa cara mengulik bisnis franchise untuk memastikan bahwa merek tersebut cocok dan potensial untuk dijalankan oleh kita? Melansir dari Entrepreneur, berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

1. Internet

Ini harus menjadi titik awal yang jelas bagi sebagian besar kandidat karena ada begitu banyak informasi yang tersedia secara online. 

Sebagian besar perusahaan telah membuat situs web pengembangan franchise yang menawarkan banyak informasi bagus tentang merek mereka, kesuksesan mereka, dan FAQ. Ingatlah, meskipun internet adalah titik awal yang sangat baik, internet tidak boleh menjadi tempat terakhir yang dikunjungi kandidat sebelum terjun ke bisnis franchise. 

Sayangnya, kemungkinan informasinya sangat bias, karena informasi yang mereka sediakan memang untuk mendorong Anda menghubungi mereka. 

Sehingga, untuk membuat keputusan yang penting ini, pastikan dulu Anda melakukan penelitian yang objektif agar penilaian tidak mudah terpengaruh emosi. 

2. Expo Franchise

Di Indonesia, ada Asosiasi Franchise Indonesia alias AFI yang biasa menyelenggarakan acara reguler dengan menampilkan ratusan peluang franchise dan menawarkan kesempatan kepada kandidat untuk bertemu langsung dengan pemilik franchise.  Mereka juga menawarkan seminar untuk membantu calon pemilik waralaba menuju kepemilikan.

Franchise expo adalah cara yang bagus bagi kandidat untuk mengejar merek franchise jika mereka sudah tahu apa yang mereka cari dan siap untuk memulai. 

Acara tersebut juga bisa jadi peluang bagus untuk mempelajari tentang merek apa yang ingin diperluas di pasar Anda, jenis sumber daya apa yang tersedia dari pemilik franchise untuk memahami budaya perusahaan perusahaan.

Ingatlah untuk tidak terkecoh, sebab kemungkinan besar Anda akan diberikan banyak informasi yang sangat positif, sehingga perlu ditinjau lebih lanjut. Apakah itu benar atau hanya strategi pemasaran agar calon pebisnis terpikat. 

3. Pemilik Franchise Lokal

Banyak orang sering keliru, di mana menganggap bisnis franchise sama dengan bisnis independen lokal. 

Pada kenyataannya, dengan bertanya dan mempelajari franchise yang Anda miliki pada pemilik lokal sebelumnya, Anda akan mengetahui banyak soal merek yang Anda minati. 

Orang-orang ini dapat memberi tahu Anda tentang pengalaman mereka sendiri dengan merek tersebut, di mana mungkin ada peluang di pasar Anda dan dengan siapa Anda dapat berbicara langsung jika minat Anda begitu kuat. Pertimbangkan waktu mereka dengan merencanakan kunjungan ketika bisnis tidak terlalu sibuk dan memikirkan beberapa pertanyaan.

Meski ada kemungkinan mereka tidak ingin berbicara dengan seseorang yang tertarik untuk membawa franchise baru ke kota yang sama karena mereka tidak ingin lebih banyak persaingan di halaman belakang mereka. Tapi, itu bukan alasan untuk Anda mencoba opsi ini. 

4. Konsultan Franchise

Konsultan franchise bekerja seperti agen penjual. Kandidat yang tertarik dengan sebuah franchise dapat bekerja dengan konsultan untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dari peluang franchise yang ditawarkan, jenis bisnis apa yang paling cocok untuk memaksimalkan keterampilan mereka dan jenis franchise apa yang mampu mereka beli. 

Konsultan franchise akan menunjukkan kepada mereka beberapa peluang yang sesuai dengan kriteria mereka dan membimbing mereka sepanjang proses franchise.

Mirip dengan makelar, tidak ada biaya bagi kandidat untuk memanfaatkan keahliannya. Biasanya, konsultan franchise menerima bayaran dari merek franchise saat mereka menghadirkan kandidat yang memenuhi syarat yang memutuskan untuk membeli franchise.

Saat memilih konsultan, Anda juga harus memastikan bahwa mereka memiliki pengalaman dan pendidikan bertahun-tahun di industri waralaba. Juga, perhatikan seberapa tertarik mereka pada Anda. Berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk mempelajari apa yang Anda inginkan dari franchise? Bagaimana cara mereka menentukan merek mana yang tepat untuk Anda? Jenis dukungan apa yang mereka tawarkan kepada Anda selama perjalanan franchise Anda? 

Tidak semua peluang penelitian mungkin diperlukan bagi seorang kandidat untuk memutuskan waralaba, tetapi tentu saja menggunakan lebih dari satu cara yang ada di sini akan meningkatkan peluang kandidat franchise untuk menemukan kesuksesan jangka panjang dalam industri ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

franchise franchisee bisnis franchise
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top