Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jurusan Kuliah Paling Populer di Kalangan Miliarder Dunia, Ada Jurusanmu?

Sejumlah jurusan menjadi incaran para top miliarder dunia. Apa saja? Simak ulasannya. 
Ilustrasi lulusan perguruab tinggi./Istimewa
Ilustrasi lulusan perguruab tinggi./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun mitos tentang pengusaha muda yang sukses tanpa pendidikan formal masih populer, namun sebenarnya pendidikan adalah faktor penting dalam menentukan kekayaan seseorang seumur hidup. 

Forbes melakukan penelitian untuk melacak kebiasaan orang-orang terkaya di dunia dan menemukan bahwa sejumlah miliarder menginvestasikan waktu dan dananya untuk meyelesaikan studi untuk gelar masternya. 

Berikut adalah daftar lima master teratas yang dipegang oleh sejumlah miliarder Amerika. Simak ulasannya. 

1. Teknik

Menurut US News & World Report, teknik adalah studi interdisipliner yang menggunakan matematika, sains, dan ketajaman bisnis untuk memecahkan masalah. 

EricSchmidt, seorang miliarder Amerika yang memiliki kekayaan bersih sekitar US$16,2 miliar, memiliki gelar teknik dalam bidang teknik listrik dan ilmu komputer dari program doktor pada 1982. Dia bekerja di perusahaan teknologi Sun Microsystems dan Novell sebelum direkrut untuk memimpin Google sebagai CEO dari 2001 hingga 2011. 

Selain itu, adapula sosok Jeff Bezos yang menjadi lulusan dari Princeton University pada 1986. Dengan gelar sarjana teknik listrik dan ilmu komputer, setelah mengubah jurusan dari fisika.

Nama Min Kao, pendiri Garmin GPS memiliki gelar teknik elektro dari University of Tennessee  dan Henry Samueli sebagai pendiri Broadcom dengan gelar teknik elektro dari UCLA pun hadir.

Artinya, ini menjelaskan setidaknya ada sembilan orang miliarder Amerika yang memiliki gelar doktor di bidang teknik, yang merupakan jenis gelar tertinggi yang paling populer di kalangan orang kaya. 

2. Ilmu Komputer

Massachusetts Institute of Technology memaparkan, ilmu komputer adalah studi tentang bagaimana mengembangkan sistem komputer yang lebih memenuhi kebutuhan manusia. 

David Shaw (US$7,9 miliar) dan David Siegel (US$6,8 miliar), berhasil mengumpulkan kekayaan mereka di Wall Street, dengan membawa gelar Ph.D. di bidang ilmu komputer. 

Beberapa ilmuwan komputer lainnya termasuk Charles Simonyi US$5,2 miliar, mantan karyawan Microsoft yang banyak diakui sebagai pencipta program Word dan Excel, serta James Clark (US$2,9 miliar), yang merupakan salah satu pendiri browser web Netscape.

3. Biologi

Biologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi dan ciri-ciri makhluk hidup; studi di lapangan sering mempersiapkan orang untuk karir di bidang kesehatan atau lingkungan, menurut US News & World Report. 

Gelar doktor dalam bidang biologi juga memiliki enam orang yang berhasil menjadi miliarder, termasuk Art Levinson (US$1.3 miliar), ketua Apple yang memiliki gelar Ph.D. di bidang ilmu biokimia dari Princeton. 

Levinson telah bekerja selama beberapa dekade di perusahaan bioteknologi Genentech dan telah menulis lebih dari 80 artikel ilmiah. 

Selain itu, ada juga Timothy Springer (US$2.1 miliar), seorang profesor biokimia biologi dan farmakologi molekuler di Harvard yang mendapatkan gelar Ph.D. di bidang biologi molekuler dan biokimia. Dia juga menjadi investor awal di Moderna, perusahaan pembuat vaksin Covid-19.

4. Kimia

jika seseorang ingin memahami tentang dunia atom, molekul, padatan, dan proses yang terjadi dalam senyawa, maka disiplin ilmu Ph.D. dapat membantu dalam memperoleh pemahaman tersebut

Chemistry menempati peringkat keempat, dengan setidaknya lima gelar Ph.D., termasuk suami istri Li Ge (US$5,6 miliar) dan Ning Zhao (US$ 1,2 miliar), sebelum meluncurkan perusahaan layanan manufaktur farmasi dan perawatan kesehatan yang berbasis di Shanghai, WuXi AppTech

5. Fisika

Fisika adalah studi tentang hukum yang mengatur gerak materi, menjadikannya salah satu disiplin dasar dari semua ilmu, menurut Yale. Fisk Johnson III memperoleh gelar Ph.D. dalam fisika sebelum menjadi ketua dan CEO SC Johnson, sebuah perusahaan yang memproduksi produk pembersih rumah tangga terbesar di dunia. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper