Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Kekayaan Intelektual (IP) Indonesia Perlu Bantuan Pemerintah

Bisnis kekayaan intelektual butuh bantuan pemerintah agar semakin berkembang
Hak Kekayaan Intelektual/lp2m
Hak Kekayaan Intelektual/lp2m

Bisnis.com, JAKARTA — Bisnis kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) di Indonesia sudah mulai berkembang. Namun jalan untuk bisa meraup cuan besar dari industri ini masih sangat terjal dan terbatas.

Padahal, potensi pendapatan dari industri kreatif sangat besar, dan bisa juga memberikan sumbangan besar untuk negara jika bisa sampai go Internasional.

Salah satu yang sudah mulai berkembang besar melalui bisnis IP adalah kreator komik dan karakter Tahilalats melalui Mind Blow On Studio.

Tahilalats memulai bisnis IP perlahan dari nol, dari membuat komik strip sederhana, dan konsisten membuat komik harian dengan gambar yang khas dan menceritakan kehidupan sehari-hari.

Tak hanya menciptakan komik strip biasa, Tahilalats menggabungkan tren terkini dengan barbagai emosi manusia sehingga komiknya bisa terhubung dengan emosi pembaca.

Hal ini yang membuat pembaca Tahilalats semakin banyak dan semakin besar. Hingga akhirnya mereka bekerja sama dengan media, Infia Media, yang bisa membantu mereka menjangkau lebih banyak audiens dan membangun awareness atau kesadaran masyarakat akan karya Tahilalats.

Setelah mendulang kesadaran besar dari masyarakat dan mendapatkan banyak penggemar, mereka bisa memanfaatkannya dengan berekspansi ke bisnis jasa lainnya. Tahilalats kemudian membuat rencana bisnis dan marketing untuk berkolaborasi.

Tahilalats sudah bekerja sama dengan berbagai brand besar seperti Indofood, sesama IP asal jepang Shinchan yang akan kembali ke Indonesia, hingga band ternama Coldplay dan BTS.

CEO Mindblowon Studio Rakhman Azhari menjelaskan, setelah mendapat awareness dari masyarakat, jangan lupa membangun komunikasi, kepada pembaca, dan pada brand yang akan berkolaborasi untuk mengetahui kebutuhan mereka, dan menjadi dasar membangun bisnis IP selanjutnya.

"Memang ketika sudah banyak orang kenal, akan banyak brand yang menawarkan diri untuk kerja sama, tapi jangan lupa untuk "jemput bola", buat rencana bisnis dan marketing yang baik. Kalau diterima ya bagus, kalau nggak ya setidaknya kita sudah coba," imbuhnya.

Di samping itu, untuk membangun bisnis IP semakin besar, seperti di Jepang dan Korea, kreator IP berharap ada peran besar dari Pemerintah untuk membantu para pelaku industri kekayaan intelektual mencapai pasar yang lebih besar.

"Karena potensi dan sangat besar, dan bisa berpengaruh ke berbagai industri lainnya, sebenarnya harus ada peran pemerintah untuk bantu," kata Rakhman dalam acara Indonesia Knowledge Forum, Rabu (11/10/2023).

Dia memberi contoh seperti di Korea Selatan, pemerintahnya melalui Korea Creative Content Agency (KOCCA) yang menbantu menjual IP dari negaranya tidak hanya di negeri sendiri, tapi juga di luar negeri.

"Jadi di Korea Pemerintahnya punya peran untuk memasukkan IP ke global market, ke stasiun tv sampai ke Netflix atau platform OTT lainnga. Makanya ada Tayo di TV Indonesia, makanya platform OTT isinya drama Korea," jelasnya.

Dari upaya tersebut, orang yang menonton akan bersedia untuk mengunjungi Korea Selatan untuk melihat langsung lokasi-lokasi syuting film atau drama Korea tersebut, hingga akhirnya berdampak pada pertumbuhan wisatawan.

"Nah di Indonesia belum ada ini, kebanyakan kita harus berjuang sendiri supaya bisa dikenal, bisa kerja sama, bahkan go Internasional. Kalau yang tidak tau jalannya akan bingung mau kemana lagi setelah berkarya banyak," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper