Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Taipan di Balik Kendaraan Listrik Dunia dan di Indonesia

Sejumlah taipan yang mendulang cuan dari industri kendaraan listrik di dunia dan di Indonesia
Wang Chuanfu/bloomberg
Wang Chuanfu/bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Sempat dianggap sebagai ceruk bisnis yang tidak menguntungkan, kendaraan listrik (Eelectric vehicle/EV) kini menjadi bisnis besar.  

Baik di Indonesia maupun di dunia, bisnis kendaraan listrik bahkan dimanfaatkan sejumlah konglomerat untuk memutar uangnya dan mencari keuntungan, terlebih dengan adanya komitmen global yang tengah mendorong energi bersih. 

Di Indonesia sendiri, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah insentif bagi pemilik kendaraan listrik. Hal ini akan membukan peluang minat pada kendaraan listrik makin besar. 

Berdasarkan data Badan Energi Internasional pada 2022. penjualan kendaraan mencapai lebih dari 10 juta unit dan 14 persen mobil yang terjual adalah mobil listrik. 

Atas tingginya permintaan, sejumlah produsen mobil listrik terbesar juga telah meningkatkan produksinya secara signifikan, bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat volume tahunannya.

Berikut ini adalah nama-nama taipan yang mendulang cuan dengan berada di balik bisnis kendaraan listrik terbesar di dunia dan juga di Indonesia:

1. Wang Chuanfu

Jika berpikir bahwa perusahaan kendaraan listrik terbesar dan terlaris nomor 1 di dunia adalah Tesla, Anda salah besar. Mengutip Cleantechnica, BYD Automotive merupakan produsen mobil listrik terlaris di dunia dengan penjualan mencapai 1,19 juta unit sepanjang semester pertama 2023. 

Di balik BYD Automotive ada nama Wang Chuanfu yang telah memimpin BYD menjadi perusahaan kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan penjualan, menyalip Tesla pada 2022 dan menguasai 21 persen pasar global saat ini.

Wang merupakan pria yang lahir di sebuah desa pertanian di salah satu provinsi termiskin di China pada 1966. Wang menjadi yatim piatu saat remaja dan dibesarkan oleh kakak laki-laki dan perempuannya.

Namun, Wang berhasil meraih banyak prestasi sehingga bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang pendidikan tinggi dan unggul dalam bidang teknologi baterai.

Wang mendirikan BYD sebagai perusahaan baterai isi ulang pada pertengahan 1990an. Kini, selain menjadi yang terbesar di dunia, perusahaannya juga didukung oleh Berkshire Hathaway milik Warren Buffett yang memiliki sekitar 8 persen saham BYD, setelah pertama kali menginvestasikan US$230 juta untuk 10 persen saham pada 2008.

Adapun, mengutip Forbes, kekayaan Wang kini sudah mencapai US$18,4 miliar dan berada di urutan 91 orang terkaya di dunia. 

2. Elon Musk 

Menjadi orang terkaya nomor 1 di dunia, Elon Musk juga meraup keuntungan dari produksi mobil listrik. Elon Musk mendirikan enam perusahaan, termasuk pembuat mobil listrik Tesla, produsen roket SpaceX, dan startup Boring Company.

Dia memiliki sekitar 21 persen saham Tesla antara saham dan opsi, namun telah menjaminkan lebih dari setengah sahamnya sebagai jaminan pinjaman pribadi hingga US$3,5 miliar.

Musk sempat menempuh pendidikan di Queen's School of Business selama dua tahun dan Musk mendapatkan gelar sarjana ekonomi serta sarjana fisika dari the Wharton School of the University of Pennsylvania.

Musk kemudian melanjutkan studi untuk mendapat gelar Ph.D. Fisika di Universitas Stanford pada 1995 namun hanya mengikuti kelas selama 2 hari untuk melanjutkan karirnya dengan mendirikan Zip2. 

Tesla didirikan oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning pada 2003 namun mendapat investasi besar dari Elon Musk pada 2004, dan menjadi pemegang saham terbesar dan ketua dewan direksi. Dia kemudoan menjabat sebagai CEO sejak 2008.

Di bawah nama Elon Musk, kini Tesla berhasil menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia dalam waktu kurang dari dua dekade. 

Pada tahun 2021, perusahaan ini menjadi perusahaan keenam yang menembus kapitalisasi pasar sebesar US$1 triliun.

Kendaraan Tesla begitu populer dan telah mencetak banyak rekor penjualan. Tesla Model 3 misalnya, menjadi kendaraan listrik pertama yang melampaui angka 1 juta penjualan global. Pada kuartal pertama tahun 2023, Model Y menjadi mobil terlaris di dunia, menjadikannya EV pertama yang menyandang gelar tersebut.

3. Denis Sverdlov

Denis Sverdlov adalah pendiri dan CEO startup kendaraan listrik Arrival. Sverdlov mendirikan Arrival pada 2015, bermodal kan hasil penjualan dari pabrik telepon Rusia, Yota, pada 2012.

Arrival memulai bisnis kendaraan listrik dengan membuat van ringan tanpa emisi dengan harga bersaing dibandingkan kendaraan bertenaga diesel dan bensin.

Dia membawa Arrival melantai di Nasdaq, melalui merger dengan SPAC, pada Maret 2021. Arrival mengembangkan dan merancang kendaraan listrik seperti mobil, bus, dan van komersial.  

Selain itu, perusahaan yang berpusat di Luksemburg itu juga mengembangkan proses dan perangkat lunak pembuatan kendaraan listrik. 

4. He Xiaopeng

He Xiaopeng adalah salah satu pendiri dan pemimpin Xpeng, produsen kendaraan listrik yang terdaftar di bursa New York dan Hong Kong.

Sebelum membangun Xpeng, Xiaopeng juga berperan dalam pendirian browser UCWeb, yang diakuisisi oleh Alibaba pada 2014.

XPeng Inc yang berkantor pusat di Republik Rakyat China memproduksi dan menjual berbagai kendaraan seperti sedan, sport, dan mobil keluarga. Tak hanya itu, XPeng juga menyediakan layanan penyewaan, asuransi, dan pengisian daya.

Selain di negara-negara besar, pada taipan di Indonesia juga tak kalah ingin mendulang cuan dari bisnis kendaraan listrik, beberapa di antaranya ada orang terkaya di Indonesia dan juga keluarga Bakrie. 

1. Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono

Di Indonesia, salah satu pemain di bisnis kendaraan listrik ada orang terkaya nomor 1 di Indonesia Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono melalui perusahaan modal ventura anak usaha Grup Djarum, GDP Venture. 

Perusahaan tersebut telah melakukan investasi pada produsen kendaraan listrik berbasis di Singapura, Ion Mobility.

Selain itu, keduanya juga merupakan pemilik PT Hartono Istana Teknologi dengan merek dagang Polytron yang didirikan pada 16 Mei 1975. 

Melansir dari situs resminya, selain memproduksi AC, TV dan perangkat elektronik lainnya, Polytron jugamenjual motor listrik yang bernama Polytron EVO Electric dengan spesifikasi power maksimal 3.000 watt dan kecepatan maksimum menembus 60 kilometer/jam yang disertai penggunaan baterai 1.740 KWh.

2. Anindya Bakrie

Anindya Bakrie merupakan Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers yang lahir di Jakarta, 10 November 1974. Anin dibesarkan dari keluarga pengusaha kaya dan merupakan anak pertama dari pasangan Abu Rizal Bakrie dan Tatty Bakrie.

Anin merupakan alumni Pangudi Luhur 1 Jakarta yang kemudian melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk mengambil teknik industri di Nothwestern University. 

Selama di luar negeri, dia pun sempat belajar di Global Management Program (GMP) di Stanford Graduate School of Business, California, Amerika Serikat.

Pada 2018, Anindya mendapat ide untuk masuk ke bisnis kendaraan listrik lantaran nyaris tertabrak bus listrik saat sedang berolahraga di lingkungan kampusnya, di Stanford Univesity, California, Amerika Serikat. 

Dia yang menduduki jabatan sebagai Komisaris di PT Bakrie Steel Industries, kemudian melakukan transformasi bisnis pada perusahaan yang didirikan oleh sang kakek dan mengubahnya menjadi PT VKTR Teknologi Mobilitas.  

Anindya melalui VKTR mulai menjalin kerja sama dengan produsen mobil listrik terlaris di dunia, BYD, sejak 2018, dengan mengimpor bus listrik secara utuh (completely built up/CBU) untuk digunakan sebagai armada transportasi TransJakarta. 

Ke depan, VKTR juga akan mulai merintis proses pembangunan fasilitas perakitan di Indonesia untuk mulai merakit secara lokal (completely knock down/CKD) bus listrik BYD tersebut. 

3. Agus Lasmono

Salah satu perusahaan yang menelurkan kendaraan listrik adalah Indika Energy. Perusahaan energi ini dimiliki oleh Agus Lasmono, yang merupakan anak dari Sudwikatmono, bos pendiri Cinema XXI jaringan bioskop terbesar di Indonesia. 

Agus Lasmono adalah pendiri dan pemilik Indika Energy. Sebelumnya, beliau menjabat Wakil Presiden Komisaris Indika Energy pada tahun 2007 hingga 2017. 

Dia memperoleh gelar Bachelor of Arts in Economics dari Pepperdine University, Malibu, California, Amerika Serikat pada 1993 dan gelar Master in International Business dari West Coast University, Los Angeles, California, Amerika Serikat pada 1995.

Ketika kerajaan pengusaha terkenal Indonesia, Sudwikatmono, diguncang krisis ekonomi, Agus Lasmono sebagai putranya membantu menyelamatkan kekayaan keluarga tersebut.

Dia diangkat menjadi Komisaris Utama Indika Energy pada Januari 2017, kemudian diangkat kembali untuk masa jabatan ketiga berdasarkan Akta Nomor 55 tanggal 25 April 2019.

Pria kelahiran 51 tahun lalu itu mendirikan Grup Indika dan mengkonsolidasikan bisnis keluarga, memasukkan unit-unit baru dan menggabungkannya dengan bisnis yang dikembangkan ayahnya, termasuk perusahaan pertambangan dan energi.

Melalui situs resminya, PT Indika Energy Tbk (INDY) bekerja sama dengan beberapa mitra juga turut membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle, EV).  

Melalui anak perusahaan PT Ilectra Motor Group (IMG) dan PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), mereka memproduksi motor listrik dengan merek dagang ALVA.

Selain produksi, Indika Energy juga berfokus pada stasiun pengisian baterai, dan fasilitas pertukaran baterai hingga layanan daur ulang. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper