Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cerita Aditya Suryadinata, Lulusan Luar Negeri yang Pilih Kembangkan Bisnis Keluarga Batik Rianty

Batik Rianty merupakan bisnis keluarga yang dikembangkan oleh Aditya Suryadinata sang CEO
Aditya Suryadinata/ CEO Batik Rianty
Aditya Suryadinata/ CEO Batik Rianty

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Lulus dari luarnegeri tidak melulu membuat seseorang lupa akan akar kehidupannya.

Itulah setidaknya yang dirasakan oleh Aditya Suryadinata CEO dari batik Rianty, salah satu produsen batik premium asal Yogakarta.

Pria lulusan University of East Angelia London dengan gelar Master of Science di fakultas Bussines Administration and Management General ini memilih pulang ke Indonesia dan mengembangkan bisnis batik milik keluarganya.

Di salah satu storenya di Malioboro, Aditya bercerita bagaimana dia mulai mengembangkan bisnis produk tradisional Indonesia tersebut. 

Adit menceritakan dia mulai mengembangkan Batik Rianty sejak 2015 selepas lulus kuliah, yang semula dirintis orang tuanya sejak 16 tahun lalu.

Alasannya mengambil alih bisnis tersebut karena saat itu dia melihat prospeknya cukup besar namun orang tuanya belum menerapkan sistem marketing dan branding yang memadai untuk pengembangan bisnisnya.

Sejak awal mula bergabung, salah satu fokusnya adalah mengkonsepkan dan membranding toko, termasuk pengembangan pemasaran via online yang dimulai sejak 2016-2017.

"Proses pengembangan online mulai bertahap, dan ini membantu sekali bisnsi ini tetap survive saat pandemi karena sudah dikenal dan punya market tersendiri," ceritanya.

Dia mengatakan saat pandemi bisnis toko offline nya yang terletak di kawasan Malioboro itupun terpaksa tutup sementara karena adanya kebijakan pemerintah. Untungnya, penjualan online nya sudah mulai stabil.

Dia mengaku cukup berterimakasih dengan pengalamannya sekolah di luar negeri ketika platform online sudah lebih dulu dikenal dibandingkan di Indonesia.

Sehingga, itu menjadi salah satu modal mengembangkan bisnis batik yang namanya diambil dari nama ibunya yakni Angelina Rianty itu.

'Dari awal sudah tahu potensi online seperti Tokopedia sudah besar, sehingga fokus di penjualan online, yang membantu naik dan pasar meluas juga ke seluruh Indonesia, dimana banyak pelanggan dari Jabodebatek juga," tambahnya.

Dia mengatakan selain fokus pada bisnis penjualan, dia juga memiliki strategi khusus mengembangkan bisnisnya. Seperti fokus pada segmen menengah ke atas dengan mementingkan kualitas produk.

Selain itu, dia juga mulai membidik pasar anak muda karena selama ini batik identik dengan pakaian usia dewasa tua.

Untuk ide batik sendiri, katanya, merupakan batik nasional modern yang dikombinasikan dari motif-motif batik dari berbagai daerah.

Untuk jenis batiknya sendiri, katanya, kebanyakan batik printing, meskipun ada jenis batik cap dan juga batik tulis.

Alasannya, karena batik printing bisa menhasilkan lebih banyak produk dalam waktu cukup singkat dimana pengerjaannya sekitar pengerjaan 10-20 ribu meter per hari. Sedangkan untuk desain dibuat sendiri oleh tim yang saat ini jumlah desainnya sudah mencapai ribuan.

Dalam bisnisnya itu, saat ini Aditya mengaku sudah memiliki 100 pegawai dan juga menggandeng beberapa pengrajin lokal dari yogyakarta, Solo dan juga Boyolali.

Berkat strategi bisnis yang dikembangkannya hingga saat ini, Batik Rianty kini sudah memiliki 13 cabang atau toko yakni antaralain di Malioboro, Surabaya, Bandung dan Medan. Sedangkan untuk omset dia memperkirakan saat ini omsetnya sudah mencapai lebih dari Rp50 juta per bulan.

Sementara untuk produksi batiknya sendiri dilakukan di Bandung yang merupakan pabrik milik keluarganya juga.

Sementara itu, Antonia Adega, Corporate Affairs Lead at Tokopedia mengatakan jika pemilihan Batik Rianty sebagai seller di program Melokaldenganbatik karena merupakan seller yang memiliki official store di Tokopedia.

Selain itu, dari sisi penjualan juga memiliki angka yang cukup baik dan juga segmennya sesuai dengan target program Melokaldenganbatik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper