Bisnis.com, JAKARTA - Kekayaan Crazy Rich Surabaya, Hermanto Tanoko terkerek naik seiring dengan perusahaan cat miliknya, PT Avia Avian Tbk. (AVIA) membukukan laba bersih sebesar Rp1,66 triliun.
Mengutip catatan Bisnis berdasarkan laporan keuangan Avian sepanjang 2024, emiten dengan kode saham AVIA itu mengantongi penjualan bersih sebesar Rp7,47 triliun atau tumbuh 6,48% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni Rp7,01 triliun.
Namun, kenaikan penjualan diimbangi dengan beban pokok yang juga meningkat 7,75% YoY menjadi Rp4,13 triliun. Dengan demikian, AVIA mencatatkan laba kotor sebesar Rp3,34 triliun pada 2024, tumbuh 4,94% dari posisi Rp3,18 triliun.
Adapun, setelah diakumulasikan dengan beban lainnya, perseroan mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih sebesar Rp1,66 triliun. Perolehan ini tumbuh sebesar 1,35% secara tahunan.
Usai merilis laporan keuangan yang positif, kekayaan Hermanto Tanoko juga mengalami peningkatan.
Mengutip data Real Time Billionaires Forbes pada Kamis (27/2/2025), kekayaan Hermanto Tanoko mengalami kenaikan US$18 juta atau sekitar Rp296,1 miliar. Adapun, kekayaannya saat ini naik menjadi US$2 miliar atau setara dengan Rp32,9 triliun.
Baca Juga
Sumber Kekayaan Hermanto Tanoko
Hermanto Tanoko bersama saudaranya Wijono merupakan suksesi perusahaan cat Avia Avian, yang didirikan pada tahun 1978 oleh ayah mereka Soetikno Tanoko.
Kedua bersaudara itu mengantar perusahaan tersebut untuk melantai di Bursa Efej Indonesia pada 2021 dan Hermanto menjabat sebagai Presiden Komisaris.
Kini, di bawah kepemimpinannya, Avian merupakan perusahaan cat domestik terbesar kedua di Indonesia.
Hermanto juga telah membangun kerajaan bisnisnya sendiri Tancorp dengan minat di bidang manufaktur, ritel, logistik, dan properti.
Pada 2024 dia juga tercatat telah membeli saham Bank Danamon (BDMN) dan menjadi salah satu pemegang saham terbesar di bank tersebut.
Adapun, bisnis lainnya di antaranya bisnis air mineral melalui PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO), bisnis properti melalui PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE), dan bisnis industri bahan bangunan seperti melalui PT Cahaya Asa Keramik Tbk. (CAKK) yang dikendalikan oleh PT Tancorp Bangun Indonesia.
Selain itu, bisnis lainnya ada dari sektor perbankan melalui BDMN, dan bisnis ritel melalui PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO) dan PT Mega Perintis Tbk. (ZONE).
Dia juga memiliki saham di produsen bata ringan Superior Prima Sukses, yang melantai di bursa pada Juli 2024 dalam kesepakatan yang nilainya mencapai US$100 juta.