Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pentingnya Memiliki Spesialisasi dalam Bisnis Kuliner

Kemasan yang bagus, rasa yang terstandardisasi artinya rasa tidak berubah-ubah, serta konsisten menjadi penting dalam membangun bisnis kuliner.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  20:13 WIB
Pentingnya Memiliki Spesialisasi dalam Bisnis Kuliner
Bisnis kuliner semakin menggiurkan - resep123.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk memulai usaha kuliner, pelaku usaha perlu membuat spesialisasi sehingga akan lebih dikenal dan memudahkan untuk proses branding. Namun, untuk bisa menemukan spesialisasi tersebut, pelaku usaha harus melakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu.

Fatmah Bahalwan, Owner Natural Cooking Club mengatakan riset tersebut dapat dilakukan dengan mencoba menjual berbagai jenis produk makanan. Kemudian dari situ akan ketahuan produk mana yang paling sering dibeli oleh pelanggan, setelah itu pelaku usaha bisa fokus pada produk tersebut.

“Spesialisasi itu penting menurut saya. Namun, awalnya mulai kerjakan semu dulu untuk menemukan spesialisasi. Misalnya jualan cupcake, jualan kue ultah, jualan lemper, dan jualan asinan. Ternyata asinan yang ngetop, maka spesialisasi di asinan,” tuturnya baru-baru ini.

Setelah menemukan spesialisasi, maka hal yang harus dilakukan adalah dengan membranding. Pertama melalui kemasan yang bagus, rasa yang terstandardisasi artinya rasa tidak berubah-ubah, serta konsisten mengembangkan branding melalui media sosial.

Namun, yang perlu diingat, saat menggunakan media sosial, pelaku usaha tidak bisa melulu hanya menunjukkan produknya, tetapi harus diisi dengan beragam konten sehingga menarik bagi masyarakat. Kalau perlu, bisa memanfaatkan iklan yang ada di media sosial sehingga pangsa pasarnya lebih tertarget.

“Agar produk kita banyak yang beli maka harus dikenal, artinya, kita harus secara terus menerus mempublikasikan produk kita agar orang tahu. Kalau perlu lima kali sehari di semua media sosial. Sebab, sebagus apapun produk dan seenak apapun makanan yang kita jual, tidak akan laku jika tidak ada yang mengenalnya,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner peluang usaha Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top