Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Cara Mendapatkan Uang dari Rumah Selama Pandemi Corona

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk tetap mendapatkan bayaran selama pandemi corona dan tetap bisa dilakukan dari rumah.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  15:29 WIB
Bisnis kecantikan menjadi solusi bagi Anda yang ingin tetap mendapatkan uang dari rumah selama pandemi corona - Tips-pk
Bisnis kecantikan menjadi solusi bagi Anda yang ingin tetap mendapatkan uang dari rumah selama pandemi corona - Tips-pk

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi telah membuat para pengusaha di semua industri untuk menjadi lebih kreatif.

Ketika Anda tidak dapat meninggalkan rumah dan ekonomi tampaknya menuju ke arah resesi, pengusaha diuji untuk berinovasi lebih cepat dan menyusun langkah alternatif sambil tetap menawarkan produk dan layanan bernilai bagi pelanggan dan klien mereka.

Ini sedikit lebih mudah bagi pengusaha yang sudah terbiasa bekerja secara virtual, seperti pelatih, pengusaha e-commerce, pengembang perangkat lunak, dan banyak lagi.

Tantangan sebenarnya adalah bagi wirausahawan yang pekerjaannya bergantung pada interaksi langsung yang sekarang harus berubah total.

Intinya adalah bahwa setiap pengusaha besar menyukai tantangan yang membangun, dan berikut adalah empat cara untuk terus mendapatkan bayaran dan melanjutkan bisnis Anda dari rumah, seperti dikutip melalui Entrepreneur:

1. Bisnis penyelenggaraan acara

Bisnis ini terdampak paling berat karena pandemi dengan pembatalan ratusan acara untuk beberapa bulan ke depan. Kini, sebagian besar acara pertemuan, diskusi, seminar dilakukan secara daring melalui webinar atau siaran langsung Instagram atau Youtube.

Jika Anda menangani pembatalan acara dan penjualan tiket, lihat potensi pengiklan di pertemuan virtual. Gunakan daftar peserta yang Anda miliki dan jadwalkan sebuah acara.

Tawarkan slot sponsor seperti iklan di halaman atau shout-out dari pembicara dan pembawa acara selama acara berlangsung secara digital. Dengan begitu, peserta bisa mendapatkan pengembalian uang dan masih mendapatkan konten yang bagus, Anda pun masih dibayar oleh pengiklan yang memerlukan platform ini lebih dari sebelumnya.

2. Bisnis real estat

Selama ini praktik bisnis real estat bergantung pada proses negosiasi dengan klien secara langsung di lokasi yang mereka inginkan. Namun pembatasan sosial tidak menghentikan beberapa agen kreatif. Mantan pemain sepak bola NFL Tony "The Closer" Robinson secara efektif menyesuaikan bisnis real estatnya melalui penjualan secara virtual.

Pada dasarnya, agen real estat dapat memperoleh properti yang akan dikontrak, kemudian membalikkan kontrak yang sama, menjualnya ke agen real estat lain. Dengan begitu, aliran transaksi dapat terus berlanjut dan uang masih dapat dibuat secara virtual - tanpa pernah meninggalkan rumah.

3. Bisnis barang-barang konsumen

Dengan anjuran bagi pelanggan untuk membersihkan setiap paket yang memasuki rumah mereka, penjualan produk konsumen dalam kemasan telah terkena dampak.

Untuk mengatasi kegelisahan itu, pengusaha dapat mempertimbangkan untuk membuat video di saluran media sosial perusahaan yang menunjukkan bagaimana pabrik produksi Anda menangani sanitasi. Semakin visual Anda dapat membuatnya, semakin baik. Publikasikan daftar tindakan pencegahan yang Anda lakukan untuk memastikan bahwa produk yang Anda jual anti-kuman.

4. Bisnis kecantikan

Bisnis salon dan tata rias uga berada di puncak daftar pengusaha yang gulung tikar. Karena kontak langsung menjadi bagian integral dalam layanannya, kegiatan bisnis mereka kemungkinan harus terhenti untuk sementara waktu.

Jika Anda seorang penata rias, pertimbangkan untuk membuat paket berlangganan dengan berbagai pilihan tatanan yang bisa dapat dicoba oleh klien Anda bersama dengan tutorial langkah-demi-langkah. Atau buat peluang sponsor untuk program berlangganan ini atau webinar bertema rias dengan merek rias, jual mereka tempat di promosi Anda.

Untuk salon, ini bisa jadi lebih sulit, karena Anda tentu tidak boleh mengajar klien cara memotong atau mewarnai rambut mereka sendiri di rumah. Sebaliknya, lihat apakah Anda dapat memikirkan cara-cara kreatif untuk meyemir akar rambut klien, atau berbagi rekomendasi produk yang dapat digunakan klien hingga pandemi selesai. Seperti perawatan rambut bercabang agar tidak perlu ke salon untuk potong rambut atau sampo ungu untuk menunda kebutuhan perbaikan warna rambut.

Terlepas dari industri mana Anda berada, disarankan untuk mencari sponsor dan peluang mitra. Pikirkan bukan untuk jangka pendek, tetapi bagaimana pengaya dan pivot virtual ini dapat mengubah model bisnis Anda untuk jangka panjang.

Ada beberapa cara untuk tetap mendapatkan bayaran dengan melakukan apa yang Anda sukai dari rumah. Peluang mungkin tampak langka, tetapi mereka ada di sana. Tunjukkan kepada pandemi bahwa Anda bisa mengatasi tantangan yang menyertainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

real estate peluang usaha tips bisnis Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top