Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lockdown Munculkan Bibit-Bibit Bisnis Baru

Gejolak ekonomi dan perubahan signifikan dalam rutinitas harian orang-orang telah memberikan banyak waktu untuk refleksi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  16:54 WIB
Ilustrasi - Sheknows
Ilustrasi - Sheknows

Bisnis.com, JAKARTA -- GoDaddy telah merilis data dari survei terbaru di Inggris yang menemukan bahwa satu dari lima orang atau sekitar 20 persen sedang mempertimbangkan untuk memanfaatkan momen lockdown dengan membuat usaha bisnis baru atau sampingan.

Gejolak ekonomi dan perubahan signifikan dalam rutinitas harian orang-orang telah memberikan banyak waktu untuk refleksi.

Dilansir melalui The HR Director, data survei menemukan alasan utama bagi orang yang ingin memulai bisnis mereka sendiri adalah prospek menjadi bos mereka sendiri (24 persen) dan 21 perseningin memiliki hidup yang lebih bermakna.

Menurut GoDaddy Global Entrepreneurship Survey, yang menemukan bahwa mayoritas atau sekitar 68 persen pemilik usaha kecil yang disurvei merasa lebih bahagia menjadi seorang pengusaha.

Andy Walker adalah pendiri layanan pengiriman roti lokal, Gingerbread Bakery. Andy telah bermimpi memulai bisnisnya sendiri selama bertahun-tahun dan tidak ingin membiarkan pandemi menghalangi jalannya.

“Saya sudah lama berpikir untuk mendirikan toko roti sendiri. Itu selalu menjadi hasrat saya sehingga setelah 25 tahun sebagai pengembang perangkat lunak, saya memutuskan 2020 akan menjadi tahun saya menghadapi tantangan baru," katanya, seperti dikutip melalui Direktur SDM, Jumat (17/7).

Sejarah telah menunjukkan bahwa bisnis yang dimulai selama krisis ekonomi, telah benar-benar menjadi tangguh dan lebih sukses daripada perusahaan yang didirikan pada tahun-tahun ketika ekonomi sedang booming.

“Kami selalu tahu bahwa Inggris penuh dengan wirausahawan pemula dan ketabahan serta tekad inilah yang akan sangat penting bagi pemulihan ekonomi kita," ujar Irana Wasti, GoDaddy Regional President untuk kawasan EMEA.

Faktanya, sebenarnya di masa-masa kesulitan ekonomi, di mana semangat kewirausahaan dapat bertahan, membuka jalan bagi bisnis baru yang tangguh.

Situasi ini tidak akan berlangsung selamanya, tetapi itu telah membuat kita berpikir dan mempertanyakan seperti apa jadinya normal baru dan di mana kita ingin berada ketika kita keluar dari ini.

"Kami ingin mendukung mereka yang berpikir untuk mengambil langkah itu dan mengejar hasrat bisnis mereka karena kami yakin bahwa lockdown akan melahirkan generasi baru wirausahawan yang tangguh," tambahnya.

Memulai bisnis sampingan telah lama menjadi tren yang berkembang di Inggris. Survei GoDaddy pada tahun 2018 menemukan bahwa jumlah pebisnis sampingan telah meningkat sebesar 32 persen dalam dekade terakhir.

Para pebisnis sampingan Inggris memberikan kontribusi yang substansial bagi perekonomian, dengan setiap 1.000 pebisnis menciptakan 876 pekerjaan tambahan, menunjukkan betapa pentingnya mereka bagi pemulihan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis peluang usaha tips bisnis Virus Corona Lockdown
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top