Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rhenald Kasali: Buku Digital Banking Revolution Bisa Jadi Bekal Tangani Krisis

Disrupsi yang mendatangkan teknologi terbaru terus mendorong inovasi baru dan mematikan cara-cara lama.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  22:36 WIB
Arwin Rasyid - Cimbniaga.com
Arwin Rasyid - Cimbniaga.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pengalaman bisa menjadi guru yang berharga untuk menghadapi krisis yang bisa saja datang pada masa depan. Pengalaman yang dibukukan bisa menjadi warisan dan bekal hari esok.

Itulah hal yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk., Arwin Rasyid periode 2008-2015. Dia menuliskan buku berjudul Digital Banking Revolution.

Buku manajemen strategi dan refleksi perjalanan ini mengisahkan perbankan yang melakukan digitalisasi di industri. Dalam peluncuran virtual, Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mengatakan bahwa buku ini bisa menjadi sarat introspeksi saat krisis menerjang.

Dia menyatakan bahwa buku yang ditulis Arwin merupakan buku tentang penjelajahan strategi seorang top executive. Dia juga menyebut, buku ini memiliki konten yang menarik tak hanya soal disrupsi digital tetapi juga keniscayaan merger dan akuisisi sebagai konsekuensi perbankan untuk bertahan hidup.

Rhenald mengungkapkan masa pandemi ini, penuh ketidakpastian, ada hal yang relevan karena untuk bertahan hidup setelah pandemi ini berlalu. Menurutnya, pembaca buku ini akan menyaksikan fase baru perbankan yang mengarahkan pada strategi merger dan akuisisi jadi karena ada bank yang sukses dan untung. Namun ada yang kian lemah dan membutuhkan bantuan yang lain.

“Buku ini sarat dengan introspeksi kala krisis menerjang, perbankan pun tidak bisa menjadi lone wolf, sehingga mau tak mau harus mencari teman dan melakukan kerja sama,” ungkap Rhenald dalam sambutannya pada launching buku Digital Banking Revolution, Jumat (14/8/2020).

Dia menambahkan disrupsi yang mendatangkan teknologi terbaru terus mendorong inovasi baru dan mematikan cara-cara lama. Misalnya saja kini mulai tumbuh neo bank yang berbeda dari digital bank.

Neo bank mampu bertransformasi tak hanya menggunakan big data dan aplikasi tetapi juga mengubah dan mengurangi pembangunan fisik kantor cabang yang kerap kali terpusat hanya di kota-kota besar dengan infrastruktur terjamin.

Imbasnya, jumlah karyawan semakin sedikit sehingga mekanisme pelayanan sangat bergantung pada big data. Selain itu pembukaan rekening biaya relatif sangat murah sehingga bisa sangat menjangkau masyarakat unbanked atau masyarakat yang belum sepenuhnya mengenali literasi keuangan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan buku yang ditulis oleh Arwin sangat relevan dan bisa menjadi lesson learned bagi para pelaku industri perbankan di Indonesia untuk melakukan transformasi.

“Jadi ini bukan sekadar memindahkan fungsi bank ke internet, karena itu saja belum cukup menjawab tuntutan masyarakat seiring dengan perubahan kebiasaan masyarakat,” ujar Wimboh.

Dia menambahkan, perubahan kebiasaan dan budaya transaksi masyarakat yang sangat cepat menjadi motif bagi sektor perbankan untuk bisa memberikan pelayanan end to end bagi masyarakat di tengah era digital. Selain itu perlu ada nilai tambah yang bisa ditawarkan perbankan bagi masyarakat selaku nasabah digital banking. Misalnya menjadi katalisator bagi dagang-el, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) digital, serta kewirausahaan digital.

“Digital banking ini memicu awareness dalam transaksi keuangan dan bisa menciptakan financial inclusion yang mana nantinya masyarakat unbankable bisa mengakses perbankan hanya dengan platform digital,” ujar Wimboh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku cimb niaga manajemen arwin rasyid
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top