Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Intip 15 Orang Terkaya di Industri Fashion Dunia

Orang terkaya di bidang fesyen adalah Bernard Arnault, chairman LVMH, produsen barang mewah terbesar di dunia yang berada di balik merek seperti Louis Vuitton, Dom Perignon, Christian Dior, dan per November 2019, Tiffany & Co.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 08 September 2020  |  07:05 WIB
Bernard Arnault yang menjadi orang terkaya ketiga versi Forbes memperkenalkan budaya Paris - JIBI.
Bernard Arnault yang menjadi orang terkaya ketiga versi Forbes memperkenalkan budaya Paris - JIBI.

Bisnis.com, JAKARTA - Fashion adalah industri global senilai US$2,5 triliun yang membuat para pemain utamanya, mulai dari desainer, CEO hingga pendiri dan ahli waris menjadi sangat kaya.

Orang terkaya di bidang fesyen adalah Bernard Arnault, chairman LVMH, produsen barang mewah terbesar di dunia yang berada di balik merek seperti Louis Vuitton, Dom Perignon, Christian Dior, dan per November 2019, Tiffany & Co.

Tokoh lain dalam daftar termasuk Giorgio Armani, pendiri Nike, miliarder Jepang di balik Uniqlo, dan mogul ritel Spanyol yang memiliki brand Zara.

Dilansir Business Insider, daftar orang terkaya di industri fesyen ini disusun berdasarkan peringkat Real Time Millionaires Forbes dan Indeks Bloomberg Billionaires.

Daftar tersebut mencakup desainer, pendiri, CEO, dan ahli waris yang telah menghasilkan banyak uang dalam industri fesyen, dari haute couture hingga fast fashion. Berikut 15 orang terkaya di industri mode.

1. Bernard Arnault: US$88 miliar

Bernard Arnault adalah chairman dan CEO LVMH, perusahaan barang mewah terbesar di dunia. Miliarder Prancis adalah orang terkaya ketiga di dunia, setelah Bill Gates dan Jeff Bezos.

LVMH adalah perusahaan induk dari 75 brand terkenal, termasuk Louis Vuitton, Christian Dior, Sephora, dan Bulgari, dan, per November 2019, raksasa perhiasan Tiffany & Co.

Kekayaan Arnault bertambah lebih cepat daripada banyak miliarder lainnya. Namun, sejak awal 2019, kekayaannya turun US$17,2 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index.

2. Amancio Ortega: US$59,6 miliar

Amancio Ortega menghasilkan US$60 miliar kekayaannya melalui grup ritel mode Spanyol Inditex, yang didirikannya bersama mantan istrinya Rosalia Mera pada tahun 1975.

Ortega memiliki 59 persen Inditex, pengecer pakaian terbesar di dunia yang memiliki brand Zara, Pull & Bear, Bershka, Massimo Dutti, Stradivarius, dan merek lain, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Jendela display toko ritel fesyen Zara di Melbourne, Australia/Bloomberg

3. Francois Pinault: US$42,6 miliar

François Pinault adalah pendiri dan pemilik grup brand mewah Kering, yang mencakup rumah mode ikonik seperti Gucci dan Alexander McQueen. Dia menikah dengan aktris Meksiko-Amerika Salma Hayek sejak 2009.

Pengusaha dan kolektor seni asal Prancis juga memiliki sejumlah besar rumah lelang, kilang anggur, dan publikasi Prancis. Dia orang terkaya ketiga di Prancis setelah Bernard Arnault dan Francoise Bettencourt Meyers.

4. Phil Knight: US$40,4 miliar

Phil Knight adalah pendiri raksasa sepatu Nike. Knight, mantan atlet lari, memulai perusahaan yang kemudian menjadi Nike dengan pelatih lari kampusnya, Bill Bowerman, pada tahun 1964.

Knight pensiun sebagai chairman Nike pada 2016 setelah 52 tahun berkontribusi, menurut Forbes.

5. Alain dan Gerard Wertheimer: US$32,3 miliar

Alain Wertheimer merupakan pemilik rumah mode Prancis, Chanel, bersama saudaranya, Gerard. Alain menjabat sebagai chairman Chanel sementara Gerard mengelola bisnis jam tangan, anak usaha Chanel, yang berlokasi di Swiss.

Wertheimer bersaudara mewarisi kerajaan Chanel dari kakek mereka, Pierre Wertheimer, yang mendirikan merek tersebut dengan Gabrielle "Coco" Chanel pada tahun 1913. Mereka masing-masing memiliki kekayaan bersih US$32,3 miliar.

The Wertheimers dikenal sebagai "miliarder mode paling low profile,"menurut The New York Times.

"Kami adalah keluarga yang sangat bijaksana, kami tidak pernah banyak berbicara," kata Gérard Wertheimer The New York Times Magazine pada tahun 2002. "Ini tentang Coco Chanel. Ini tentang Karl [Lagerfeld]. Ini tentang semua orang yang bekerja dan berkreasi di Chanel. Ini bukan tentang Wertheimers."

6. Tadashi Yanai: US$31,9 miliar

Tadashi Yanai adalah pendiri dan pemilik kerajaan pakaian Jepang, Fast Retailing, pengecer pakaian terbesar di Asia dan perusahaan induk Uniqlo.

Yanai, orang terkaya di Jepang, memulai karirnya di toko penjahit pinggir jalan milik ayahnya di pinggiran kota Jepang. Yanai kemudian mengubah nama perusahaan menjadi Fast Retailing pada awal 1990-an untuk mencerminkan strategi bisnis fast-fashion-nya.

Yanai membuka toko Uniqlo pertama pada tahun 1984 dan telah memperluas usahanya dengan lebih dari 2.000 toko di setidaknya 20 negara.

Fast Retailing memiliki ribuan toko di seluruh dunia dan melaporkan pendapatan tahunan sebesar US$20,8 miliar pada Agustus 2019, menurut Bloomberg.

7. Leonardo Del Vecchio: US$20,9 miliar

Leonardo Del Vecchio adalah pendiri raksasa kacamata Luxottica, yang kemudian mengakuisisi Sunglass Hut, Ray-Ban, dan Oakley dan membuat kacamata untuk berbagai merek termasuk Chanel dan Bulgari, menurut Forbes.

Luxottica bergabung dengan pembuat lensa Prancis, Essilor, pada tahun 2018 untuk menjadi produsen dan pengecer kacamata hitam dan kacamata berpreskripsi terbesar di dunia.

8. Stefan Persson: US$16,6 miliar

Mantan bos pengecer mode terlaris H&M, Stefan Persson memiliki 36% saham di perusahaan. Persson mengundurkan diri sebagai chairman pada Mei 2020 dan putranya, Karl-Johan, mengambil alih peran tersebut.

H&M Group, yang juga memiliki merek dagang seperti Weekday, COS, dan Monki, menghasilkan lebih dari US$22 miliar dalam penjualan bersih pada tahun 2018, menurut laporan tahunan perusahaan.

Bisnis fast-fashion Swedia ini memiliki sekitar 4.900 toko di 73 pasar di seluruh dunia.

9. Heinrich Deichmann: US$7,12 miliar

Heinrich Deichmann adalah CEO dari produsen merk sepatu internasional Deichmann, yang didirikan oleh kakeknya, seorang tukang sepatu di Jerman pada tahun 1913.

Reputasi Deichmann essbagai membuat alas kaki yang terjangkau tertanam dalam sejarahnya. Perusahaan keluarga ini mengorganisir skema pertukaran sepatu bekas untuk membantu masyarakat yang kesulitan setelah perang, menurut situs web perusahaan.

Saat ini, Deichmann telah berkembang menjadi pengecer sepatu terbesar di Eropa, dengan lebih dari 4.200 toko di Jerman, AS, dan di seluruh Eropa.

10. Sandra Ortega Mera: US$6,91 miliar

Sandra Ortega Mera adalah putri pendiri Zara, Amancio Ortega, dengan mendiang mantan istrinya, Rosalia Mera.

Sandra mewarisi gelar wanita terkaya Spanyol setelah kematian ibunya. Meskipun dia tidak terlibat dengan perusahaan, Sandra memegang sekitar 4,5 persen saham dalam bisnis ayahnya, Inditex, menurut Forbes.

11. Anders Holch Povlsen: US$6,8 miliar

Anders Holch Povlsen adalah CEO dan pemilik tunggal pengecer mode Denmark Bestseller. Orang tua Povlsen memulai perusahaan pada tahun 1975 dan dia baru berusia 28 tahun ketika ayahnya, Troels Holch Povlsen, menjadikannya pemilik tunggal perusahaan pada tahun 1990.

Bestseller adalah perusahaan induk dari 11 label fesyen yang meliputi Vero Moda, Only, dan Jack & Jones.

Povlsen, orang terkaya kedua di Denmark, juga memiliki "saham signifikan" di pengecer pakaian online ASOS dan perusahaan pembayaran Klarna, menurut Forbes.

Pada April 2019, tiga dari empat anak Povlsen tewas dalam pemboman Minggu Paskah di Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 290 orang.

12. Ding Shizhong: US$6,34 miliar

Ding Shizhong adalah ketua dan CEO Anta Sports, salah satu pembuat pakaian olahraga terbesar di China.

Anta Sports, yang menjual merek termasuk Fila, Descente, dan Kingkow, menghasilkan pendapatan lebih dari US$3,4 miliar pada tahun 2018, menurut Bloomberg Billionaires Index.

13. Giorgio Armani: US$6,27 miliar

Salah satu pendiri dan pemilik tunggal kerajaan Armani, rumah mode mewah Giorgio Armani memiliki usaha di haute couture, pakaian olahraga, kecantikan, restoran, desain interior, hotel dan resor, dan busana siap pakai, dan lain-lain.

Perancang busana kelahiran Italia itu mendirikan perusahaannya pada tahun 1975 setelah meninggalkan sekolah kedokteran lebih awal. Kini, Armani kerap dijuluki sebagai salah satu perancang busana Italia tersukses dalam sejarah, dengan pendapatan US$2,3 miliar pada 2018, menurut Bloomberg.

Armani memiliki superyacht hitam setinggi 213 kaki dan memiliki rumah di Italia dan Karibia.

Logo Giorgio Armani di gagang pintu toko fesyen mewah tersebut di London, Inggris/Bloomberg

14. Ding Shijia: US$6,19 miliar

Ding Shijia menjabat sebagai wakil chairman dari produsen ritel atletik Anta Sports Products yang berbasis di Fujian.

Dengan menjual brand Anta, Fila, Amer Sports dan Descente, perusahaan itu menghasilkan US$3,6 miliar pada 2018, menurut Bloomberg Billionaires Index.

15. Chip Wilson: US$6,1 miliar

Chip Wilson mendirikan Lululemon Athletica, sebuah perusahaan pakaian olahraga. Pada periode Februari 2019 - Februari 2020, Lululemon menghasilkan US$4 miliar.

Wilson mengundurkan diri dari dewan direksi pada tahun 2015 setelah menjual setengah dari sahamnya di perusahaan ke Advent International, sebuah perusahaan ekuitas swasta, menurut Indeks Billionaires Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang kaya uniqlo zara industri fesyen
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top