Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Keren! Omzet Bisnis Roti Keliling Tembus Rp250 Juta

Roti dengan brand Linda, yang dijual menggunakan gerobak keliling, mampu mencatatkan penjualan hingga Rp250 juta dalam sebulan.
Joni Sukendro Regional Mikro Banking Head BRI RO Jakarta 1 melakukan transaksi membeli roti di Bazar Klaster Mantriku./Novita Sari Simamora
Joni Sukendro Regional Mikro Banking Head BRI RO Jakarta 1 melakukan transaksi membeli roti di Bazar Klaster Mantriku./Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis roti di Indonesia menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Sebab, roti menjadi makanan yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia, seperti roti cokelat, keju, kelapa, selai srikaya dan rasa lainnya.

Orang tua Abdul Aziz telah memulai bisnis roti sejak tahun 1988. Awalnya, usaha tersebut dilakukan dengan skala kecil, seperti menggunakan alat manual dan jual dijual melalui gerobak-gerobak.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah pembeli roti dengan brand 'Linda' semakin banyak. Kemudian jumlah gerobak yang berjualan keliling juga bertambah.

Melihat banyaknya permintaan dari pembeli, maka keluarga Aziz yang bisa membuat roti mengajak tetangga untuk ikut membuat roti.

"Awalya orang tua yang membuat bisnis roti pada 1988. Lalu, pada tahun 2005, saya meneruskan," ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (26/3/2022).

Selama meneruskan usaha bisnis orang tua, Aziz juga mendapatkan  pendampingan dari Mantri BRI Unit Sumber Artha. Pelatihan yang diperoleh yakni cara manajemen keuangan, membuat kemasan yang menarik, membuat brand yang mudah diingat, serta ada kunjungan rutin dari Mantri BRI.

Aziz pun kian serius untuk menekuni bisnis roti keluarganya dan mengajukan pinjaman dalam program KUR BRI. Kemudian, pelatihan yang diperolehnya, diaplikasikan dalam bisnis yang dijalankannya.

Selama pandemi Covid-19, jumlah penggunaan tepung terigu roti merek Linda bisa mencapai 625 kg, untuk memproduksi 2500 potong roti per hari di masa pandemi.

Dia bercerita, sebelum pandemi, jumlah produksi roti mencapai 3.500 potong roti. Adapun, harga roti yang  dijual ke konsumen senilai Rp5000 per potong.

Aziz mengatakan permintaan roti masih tetap ada selama pandemi, karena roti menjadi makanan yang sering dinikmati saat sedang sarapan, bersantai dengan keluarga, rekreasi dan aktivitas lainnya.

Roti juga menjadi pilihan masyarakat, khususnya bagi orang yang tidak suka mengonsumsi nasi di malam hari.

"Omzet sebulan di masa pandemi sekitar Rp200 juta- Rp250 juta. Roti yang  diproduksi hanya bertahan 3 hari dan semua roti yang  diproduksi selalu habis," ungkapnya.

Dia juga berharap agar pandemi bisa segera berakhir. Sebab, bila pandemi berakhir, katanya, daya beli masyarakat dan keinginan masyarakat untuk melakukan aktivitas di luar rumah bisa meningkat dan berdampak pada kenaikan penjualan roti, seperti sebelum pandemi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper