Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ibu Rumah Tangga Ingin Penghasilan Tambahan? Coba Konsep Social Commerce

Social commerce, maka akan memberikan alternatif baru bagi brand. Selain itu, social commerce juga memungkinkan bagi brand untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 28 Mei 2022  |  17:42 WIB
UMKM Rose Tulip. Pemasaran produknya kini sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Terlebih setelah ia mendapatkan sejumlah tips dan trik berjualan di media sosial. - Pertamina
UMKM Rose Tulip. Pemasaran produknya kini sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Terlebih setelah ia mendapatkan sejumlah tips dan trik berjualan di media sosial. - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Social commerce merupakan metode jual beli di e-commerce dengan memanfaatkan komunitas di media sosial, yang bisa dilakukan seperti ibu rumah tangga.

Ibu rumah tangga adalah sosok yang dapat memberikan pengaruh besar dalam keputusan di dalam rumah tangga dan paling memahami kebutuhan keluarga. Seorang ibu rumah tangga di masa kini dikenal sangat aktif terhubung dengan komunitas dan juga sangat sosial.

Para ibu juga diketahui mampu saling memberikan opini dan juga rekomendasi berbagai produk kebutuhan rumah tangga dan pengasuhan.

Jika melihat laporan dari Weber Shandwick, sebanyak 55 persen ibu masa kini sering diminta pendapat mengenai keputusan pembelian orang lain, dan secara aktif rutin membagikan rekomendasi produk atau layanan ke orang-orang di sekitar mereka.

Melihat dari data tersebut, maka konsep social commerce bisa berpotensi bagi ibu rumah tangga. Para ibu dapat melakukan pemasaran dengan memanfaatkan jejaring komunitas yang dimiliki.

Selain memberikan keuntungan bagi ibu rumah tangga, social commerce sendiri juga memberikan keuntungan bagi pihak brand.

Contohnya, dengan hadirnya social commerce, maka akan memberikan alternatif baru bagi brand. Selain itu, social commerce juga memungkinkan bagi brand untuk menjangkau konsumen lebih luas.

Sarana berbelanja dengan social commerce sendiri juga membuka peluang bagi brand untuk mengembangkan pengalaman, dapat terhubung dengan pelanggan dengan cara yang baru, yakni dengan keterlibatan influencer dan kreator, menurut Accenture.

Salah satu yang memanfaatkan konsep ini adalah IbuSibuk Orami. IbuSibuk memfasilitasi Ibu Rumah Tangga untuk pengembangan diri, pelatihan menjadi influencer profesional dan membangun konkesi dengan komunitas sesama Ibu.

Para ibu juga mendapatkan kelas, sesi webinar, topik parenting, manajemen waktu, personal branding dan topik yang dapat mendukung Ibu menjadi influencer yang handal.

"Kami melihat potensi bahwa media sosial yang digunakan para ibu bisa menjadi hal yang produktif, dan hipotesis ini terbukti dengan pertumbuhan pesat komunitas IbuSibuk dan disambut juga dengan ratusan brand yang telah menggunakan jasa IbuSibuk untuk membantu pertumbuhan bisnisnya. Adanya simbiosis mutualisme ini yang kami harap dapat membuat IbuSibuk untuk terus memberikan manfaat baik bagi para Ibu maupun brand dari berbagai skala,” ucap Head of Business Development Orami (SIRCLO Group), Raymond Wirya Santosa.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce social media ibu rumah tangga
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top