Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Linda Anggreningsih, Lulusan Administrasi Bisnis yang Sukses Kembangkan Buttonscarves

Kenalan dengan founder Buttonscarves, lulusan administrasi Bisnis UI yang sukses tembus pasar mancanegara
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 14 Oktober 2022  |  19:29 WIB
Linda Anggreningsih, Lulusan Administrasi Bisnis yang Sukses Kembangkan Buttonscarves
Linda Anggraeningsih - instagram
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Buttonscarves adalah brand Tanah Air yang sedang berkembang dengan pesat dan memiliki fokus penjualan produk premium lifestyle bagi wanita, seperti scarf, sepatu, tas, aksesoris, hingga pakaian melalui lini bisnis Benang Jarum.

Berbeda dengan sekian banyak brand yang berlomba dalam memasarkan produknya secara online. Hal sebaliknya terjadi pada Buttonscarves, di mana brand tersebut memilih membuka toko offline guna memberi kesan mendalam agar pelanggan yakin akan kualitas produk mereka yang dijual secara online.

Adapun sosok founder dibalik strategi Buttonscarves ini adalah Linda Anggraeningsih. Sebagai CEO, dirinya punya peran besar dalam menaikkan nama Buttonscraves di publik hingga mampu belasan toko di sejumlah pusat perbelanjaan baik di Indonesia sampai ke mancanegara.

Perjalanan Karier Linda Anggraeningsih

Melansir dari Linkedin pada Jumat (14/10/2022), Linda Anggreningsih merupakan lulusan 2013 di bidang studi Administrasi Bisnis, Universitas Indonesia

Awalnya, Linda memulai kariernya sebagai karyawan perbankan. Tepatnya, pada tahun 2013, Linda menempati posisi Research Fellow di Bank Indonesia, di mana dirinya harus menganalisis sejumlah hasil pengolahan data atau informasi yang akan digunakan oleh klien untuk persiapan sebuah proyek.

Tak berselang lama, dirinya beralih ke bidang profesi sebagai Business Development di CT Corp, sebuah kelompok perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Chairul Tanjung.

Setelah itu, dirinya kembali pindah ke Bank Indonesia sebagai Assistant Manager - PCPM Program dan mengabdi kurang lebih 1 tahun lamanya.

Berdasarkan penelurusan Bisnis, ditemukan bahwa Linda di kalangan rekan kerjanya terkenal mampu menyelesaikan proyek-proyek penting, terutama dalam peningkatan kinerja selama masa jabatannya. Namun, hati kecilnya tahu jika ini bukan passionnya.

Akhirnya, Linda memutuskan meninggalkan zona nyaman tersebut, dan memilih mengejar ketertarikannya dalam membangun brand Buttonscarves pada awal 2016. Berkat ketekunannya, membuat brand tersebut berkembang pesat hingga 67 toko dan terus melebarkan sayap sampai ke Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Dirikan Komunitas BSLady

Industri fesyen terus mengalami perubahan yang cepat. Perkembangannya pun tidak dapat dihindari. Sebagai pelaku bisnis fesyen, Buttonscarves pun selalu berupaya untuk tetap up-to-date terhadap tren dengan tetap menyesuaikan preferensi fesyen pelanggan.

Selain memperkuat eksistensi Buttonscarves secara online dan offline. Linda pun mendirikan Buttonscarves Ladies Community atau biasa disebut dengan BSLady, sebagai sebutan komunitas bagi para konsumen Buttonscarves yang menggunakan scarf-nya sebagai hijab.

Dengan menjadikan konsumen dekat dengan brand, tentu ini memberikan dampak yang signifikan pada sebuah penjualan. Artinya, kehadiran komunitas pembeli turut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bisnis.

Ini terbukti dari interaksi yang dihasilkan akun Instagram komunitas BSLady yang telah mencapai 40.000 followers, di mana untuk tiap tiap unggahannya terlihat banyak sekali perempuan berhijab yang menunjukkan antusias untuk mengoleksi seri terbaru Buttonscarves dan menanti launching nya. Di sini terlihat, bahwa mereka benar-benar bangga menggunakan brand tersebut. Bahkan saking cintanya, banyak dari mereka yang rela mengantre.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion tren fashion tokoh bisnis tokoh
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top