Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Edward Tirtanata, CEO Kopi Kenangan yang Mengidolakan Jeff Bezos

Mengenal lebih jauh dengan Edward Tirtanata, mantan pengusaha batubara yang ngefans dengan Jeff Bezos
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 28 November 2022  |  19:16 WIB
Edward Tirtanata, CEO Kopi Kenangan yang Mengidolakan Jeff Bezos
Edward Tirtanata, CEO Kopi Kenangan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kopi Kenangan merupakan unicorn F&B pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Status ini diraih setelah Kopi Kenangan mendapat pendanaan Seri C tahap pertama senilai US$96 juta atau setara Rp1,5 triliun.

Mengusung konsep grab-and-go dengan penyajian biji kopi terbaik Indonesia, membuat Kopi Kenangan menjadi salah satu coffee-chain dengan pertumbuhan brand tercepat yang telah melakukan ekspansi baik dalam negeri maupun luar negeri.

Lantas, seperti apa perkembangan bisnis Kopi Kenangan dan siapa sosok dibalik bisnis ini? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Perjalanan Memulai Bisnis Kopi Kenangan

Adalah Edward Tirtanata, 'juru kunci' berdirinya Kopi Kenangan tahun 2017 silam.

Berbincang dengan Bisnis, Edward mengisahkan awalnya memulai bisnis kopi itu.

Selain karena terbilang sebagai coffe addict, dimana dia rutin minum kopi lima cangkir sehari, Edward melihat lima tahun lalu adanya gap atau kesenjangan harga antara kopi mahal yang dijual di coffee shop dan kopi instan yang dijual oleh kedai-kedai di pinggir jalan.

Karena itulah, dia berinisiatif untuk membuka bisnis kopi dengan harga middle yang terjangkau.

Tapi, sebelum berbisnis kopi, Edward sudah lebih dulu membuka bisnis Lewis and Caroll, bisnis artisan tea kekinian. Sayangnya, meski sempat memiliki lima gerai, akhirnya bisnis itu terpaksa tutup.

Saat itulah Edward beralih ke Kopi Kenangan. Jauh sebelum menemukan Kopi Kenangan dan Lewis and Carrol, Edward juga merupakan pengusaha batu bara, sektor yang amat sangat jauh dari dunianya saat ini.

Saat itu, Edward selepas lulus kuliah langsung bekerja di perusahaan keluarga di bidang pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah.

Tapi, karena bisnis yang terus turun, diapun memutuskan berhenti menjadi "penambang" pada 2014 lalu.

Pilihannya jatuh ke bisnis food and beverage pun karena dia tidak ingin lagi menjalani bisnis yang perkembangannya tergantung pada fluktuasi pasar.

“Saya memutuskan untuk berhenti di pertambangan, karena harga batu bara di Intercontinental Exchange (ICE) Newcastle terus-terusan anjlok. Hingga akhirnya keluarga saya menjual rumah dan semua aset perusahaan untuk menutupi utang ke bank. Dari situ, saya berpikir bahwa bisnis akan sulit kalau harga ditentukan oleh pasar,” jelas lulusan Akuntansi dan Keuangan dari Universitas Northeastern, Boston, Amerika Serikat itu pada Bisnis, di basescamp Kopi Kenangan Menara Sentraya, Senin (28/11/2022).

Bermodal hanya Rp150 Juta

Pria kelahiran Bandung tahun 1988 ini, bercerita ketika awal memulai bisnis Kopi Kenangan, dia hanya memiliki modal Rp150 juta, sebagian besar dananya dia investasikan untuk mesin kopi. Hal inilah yang membuatnya bangga bisa membesarkan Kopi Kenangan seperti saat ini.

Karena dengan modal terbatas tanpa support investor, kini dia bisa memiliki ratusan gerai di tanah air dan 5 gerai di Malaysia dan Singapura. Di dua negara itu, nama Kopi Kenangan diubahnya menjadi Kenangan Coffee, agar lebih dikenal secara internasional.

Meski hanya bermodal Rp150 juta, Edward mengaku tidak banyak menghadapi tantangan saat memulai bisnisnya. "Kuncinya timingnya tepat. Karena saat itu belum ada bisnis coffee shop seperti sekarang ini," ujarnya.

Adapun, kedai pertama Kopi Kenangan berada di Menara Standard Chartered, Kuningan, Jakarta Selatan. Bisnis Kopi Kenangan menemui pintu keberhasilannya sejak pertama kali dibuka dan mampu menjual 700 gelas.

Terinspirasi dari Sosok Jeff Bezos

Sikap kehati-hatian dan kecermatan dalam masuk ke melihat tren pasar, dia akui terinspirasi atas seorang figur yakni Jeff Bezos, seorang pendiri, ketua, CEO, dan pemilik saham mayoritas perusahaan teknologi terbesar di dunia Amazon.com. 

“Saya sangat mengidolakan dia karena dia bisa bawa e-commerce itu sampai hari ini. Dia itu punya execution yg sangat baik, salah satunya prinsip bahwa kita tidak boleh mudah merasa puas dengan segala pencapaian perusahaan. Jadi, kita harus terus mencoba berinovasi agar still relevant dengan pasar,” jelasnya 

Berkat Kopi Kenangan, Edward pun masuk dalam daftar 30 Under Forbes Asia 2019 sebagai pemuda inspiratif yang mampu menggabungkan kopi dan teknologi.

Meski mengidolakan Jeff Bezos, Edward pun cukup percaya diri atas kemampuannya sendiri. Menurutnya, kemampuannya dalam merekrut dan memanajemen orang-orang dengan kemampuan yang tepat untuk membuat nama Kopi Kenangan menjadi seperti sekarang ini.

Selain itu, Edward juga berasal dari keluarga pebisnis, sehingga darah pegusaha memang sudah ada dalam dirinya sejak kecil.

Sebagai pebisnis coffee, Edward juga mengaku sedikit belajar mengenai 'ilmu kopi' meski tidak mendalaminya, karena baginya pembagian tanggung jawab adalah hal penting dalam keberhasilan sebuah perusahaan. Sehingga dia hanya akan fokus pada manajerial, sedangkan untuk produk diserahkan pada ahlinya yang memang sudah direkrutnya.

Impian Edward di masa datang berharap bisa membawa Kopi Kenangan menjadi salah satu perusahaan top di Indonesia dan juga dikenal di mancanegara.

Karena itulah dia ingin menjadikan Kopi Kenangan perusahaan multinasional yang profesional dan dikelola oleh orang -orang profesional, bukanlah perusahaan keluarga yang akan diwariskan pada anak cucunya,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi kenangan tokoh bisnis pebisnis tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top