Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mengenal Sosok Elidawati, Pendiri Elcorps yang Berjiwa Bisnis Sedari Kecil

Kenalan dengan Elidawati, sosok pemilik Elcorps yang sukses jadi pebisnis fesyen
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 17 Januari 2023  |  18:26 WIB
Mengenal Sosok Elidawati, Pendiri Elcorps yang Berjiwa Bisnis Sedari Kecil
Elidawati - linkedin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan terkemuka sekaligus sosok pemilik di bidang fesyen Elcorps kini menjadi sorotan. 

Lantaran, melalui PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) mencatat dana hasil IPO yang telah diserap sebesar Rp143,52 miliar dari hasil IPO sejumlah Rp170 miliar. Dari dana tersebut, sebanyak Rp4,25 miliar digunakan untuk biaya penawaran umum.

PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) atau Elcorps memang resmi tercatat dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada November 2022. 

Melansir dari situs perusahaan, hadir sejak tahun 2012, Elcorps berawal dari sebuah perusahaan bernama PT. Bersama Zatta Jaya yang bergerak di bidang bisnis hijab bersama brand-nya, Elzatta.

Elcorps sendiri merupakan holding perusahaan yang bergerak di bidang retail fesyen muslim. Kini, kelompok usahanya telah menggawangi beberapa anak usaha, mulai dari Elzatta Hijab, Dauky hingga bisnis kuliner sekaligus kafe. 

Lantas, siapa sosok perempuan tangguh dibalik perusahaan tersebut? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

Kehidupan Masa Kecil Elidawati

Elidawati Ali Oemar merupakan founder dari brand Elzatta Hijab sekaligus CEO dari Elcorps, Sebelum bisa sesukses sekarang, nyatanya perempuan kelahiran Kediri, pada 6 Juni 1964 ini terlahir dari latar belakang keluarga yang punya perekonomian terbatas. 

Sejak kecil, dirinya telah diasuh oleh sang nenek di Padang. Sementara itu, sang Ayah harus bekerja banting tulang untuk bisa menghidupi kesebelas anaknya, 

“Jadi, Ibu saya telah meninggal sejak saya berusia 2 tahun. Hal yang membuat kami pindah dari Kediri ke Padang ini memang didasarkan pada insiden. Intinya, selama di Padang Ayah saya yang jadi penggerak ekonomi di keluarga. Meski, Ayah saya berprofesi sebagai ustad, tapi dirinya juga berjualan di warung kopi,” ungkapnya pada Kanal Youtube Ben Kasyafani, Selasa (17/1/2023). 

Hidup bersama sang Ayah yang tak kenal lelah untuk bekerja keras dalam membiayai belasan anaknya, secara tak sadar menjadikan dia punya jiwa wirausaha. 

“Saya itu kan punya pohon sawo ya di rumah, besar. Nah, guru-guru saya itu biasa nitip sawo ke saya dan saya ambilkan lalu jual. Jadi, dari kecil memang sudah terbiasa dengan berdagang,” kenang Elidawati. 

Singkatnya, usai lulus sekolah dasar, akhirnya Elidawati ikut sang Bibi untuk tinggal bersama di Bandung. Di kota ini, dia menuntut ilmu dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi. 

Perjalanan Karier Elidawati

Setelah lulus, pada tahun 1989 atas ajakan temannya untuk merintis di dunia fesyen hijab, membuat Elidawati bisa dibilang sebagai salah satu pionir yang terjun dalam bisnis busana muslim. 

Jalan dunia fesyen hijab kala itu cukup menantang. Meski sudah diperbolehkan pemerintah, namun hanya segelintir perempuan yang mengenakannya. 

“Orang tua saya juga sempat khawatir. Tapi, karena saya meyakinkan mereka, hingga akhirnya mereka percaya. Meski pemasarannya sangat sulit, hingga mengharuskan saya memasarkan di masjid, tapi ternyata usaha tidak mengkhianati hasil, hingga akhirnya bisa punya toko di Benhil, Jakarta,” ungkapnya. 

Berbisnis dengan sang sahabat selama 21 tahun, lalu perusahaan tersebut memutuskan untuk melakukan regenerasi hal itulah yang mengakhiri masa kerja Elidawati di tahun 2011.

Walaupun bukan lulusan dari sekolah bisnis, tapi melalui pengalaman praktis yang telah dirinya alami, menjadikan Elidawati kian tajam dalam menemukan peluang bisnis yang menguntungkan sampai bisa mengubah nasib kehidupannya. 

Memulai Usaha di Usia 47 Tahun

Meski dirinya memulai bisnis di usia yang tidak muda. Namun, Elidawati tetap percaya diri. Berbekal pengalaman dan relasi, dia punya mimpi untuk bisa memberikan kontribusi. 

“Ketika perekonomian keluarga sudah membaik. Saya sebenarnya boleh-boleh saja untuk pensiun. Tapi, saya saya merasa tidak banyak orang bekerja 21 tahun di bidang yang sama. Dari situlah saya merasa pengalaman saya diharapkan bisa bermanfaat bahkan membuka lapangan kerja untuk banyak orang,” katanya. 

Adapun, brand pertamanya, yakni Elzatta resmi secara resmi lahir dan dipatenkan pada 2012. Bermula dari 17 pekerja hingga kini sudah lebih dari 500 orang karyawan. Pada enam bulan pertama, dirinya tidak menyangka bahwa produknya semakin dikenal masyarakat.

Dalam mengembangkan Elzatta, Elidawati memilih untuk bersinerji dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Hingga kini, model bisnis yang dijalankan secara online dan offile oleh ELCORPS ini memang berupa kemitraan dan sistem keagenan dan mensponsori berbagai acara membuat ekspansi bisnis Elcorps  relatif cepat menyebar di kota serta kabupaten di Indonesia.

"Bahkan, kita juga ketika mulai memasuki toko online itu, perjalanannya sangat panjang dan masih tidak menyangka, bahwa pasar kami sudah meluas di new channel, yaitu e-commerce. Jadi, tidak hanya di gerai offline saja," katanya.

Kini, Elidawati dibantu anak keduanya, Tika Mulya untuk menempati jabatan sebagai Vice President Elzatta.

Dengan jumlah toko telah mencapai ratusan yang tersebar di 100 kota di Indonesia dengan total karyawan mencapai 1.100 orang serta total penjualan di e-commerce mencapai puluhan ribu, tetap menjadikan Elidawati sosok pebisnis yang juga aktif dalam kegiatan filantropis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fesyen industri fesyen tokoh bisnis fashion
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top