Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kisah Bos Agung Podomoro Trihatma Haliman, Lulusan Arsitek yang Sukses di Properti

Bos Agung Podomoro Trihatma Haliman merupakan lulusan pendidikan arsitek Jerman yang pernah mengalami gagal bisnis berulang kali.
Proyek Neo Soho Podomoro City besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN)
Proyek Neo Soho Podomoro City besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN)

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mengklaim akan mendukung penuh pembangunan Ibu Kota Negara baru, Nusantara. 

Melansir dari Bisnis, pihaknya fokus pada pengembangan dua proyek yang dilakukan di kota Balikpapan dan Samarinda.  

"Kami mendukung Pemerintah dalam melakukan pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan menyelesaikan landbank yang ada di dua kota tersebut sehingga APLN akan menjadi kota pendukung IKN,” kata Direktur Marketing APLN, Agung Wirajaya mengatakan PT Agung Podomoro Land Tbk, Selasa (18/4/2023).

APLN sendiri merupakan anak perusahaan dari Agung Podomoro Group (APG), yang didirikan pada tahun 1969 oleh mendiang Anton Haliman. 

Mengutip situs resmi perusahaan, proyek pertamanya adalah kompleks perumahan d kawasan Simprug, Jakarta Selatan yang selesai dibangun pada 1973. Pada tahun yang sama, APG menjadi pelopor konsep real estat dengan memulai proyek di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Sepeninggal Anton, tongkat estafet bisnis ini mulai diserahkan kepada sang anak, Trihatma Kusuma Haliman pada 1986. 

Di bawah kepemimpinan Trihatma, Agung Podomoro berkembang menjadi perusahaan pengembang terkemuka di Indonesia.

Lantas, seperti apa sepak terjang Agung Podomoro di tangan generasi kedua? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

Melansir dari situs Agung Podomoro Land, Trihatma Kusuma Haliman adalah pemilik Agung Podomoro Group, sebuah perusahaan pengembang properti terbesar di Indonesia. 

Trihatma K. Haliman memiliki latar belakang pendidikan arsitektur di Jerman. Ketika Anton Haliman sedang mengembangkan Agung Podomoro Group, Trihatma dipanggil untuk kembali ke Indonesia untuk menggunakan pengetahuannya dalam dunia arsitektur pada 1973. 

Meski berstatus sebagai anak pemilik, dirinya tetap memulai membangun karirnya dari bawah dengan ditempatkan di berbagai divisi. Hal ini dilakukan sang Ayah agar pengetahuannya tentang perusahaan sangat luas.

Setelah beberapa tahun terlibat dalam bisnis properti ayahnya itu 1986 kepemimpinan perusahaan kemudian diserahkan kepada Trihatma.

Saat itu, Portofolio grup yang dirinya pegang sangatlah  luas mencakup “superblok” Pomodoro City, jalur seluas 22 hektar di Jakarta yang mencakup 11 menara apartemen, dua mal, dan hotel bintang lima, yang telah dipuji sebagai salah satu pembangunan paling berhasil di negara ini.

Mengalami Kegagalan dalam Berbisnis

Slogan hidupnya adalah, no guts, no glory. Tidak ada nyali, tidak ada kemuliaan. Trihatma tak ragu mengambil risiko dalam sebuah keputusan. 

“Pengalaman jatuh bangun sudah berkali-kali, bukan berarti kita jatuh lalu putus asa, tapi justru banyak belajar,” ungkapnya dilansir dari kanal Youtube Business Lounge, Selasa (18/4/2023). 

Terbukti, saat dia menjalankan proyek Bukit Gading Mediterania dan Vimala Hills di tengah kriris moneter 1998. Dirinya mengaku, sebelum bisa meraih sukses, di awal proyek berdiri Trihatma mengalami hambatan, di mana penjualannya terus melambat.  

Melansir dari Forbes, Trihatma pernah masuk ke dalam urutan 50 orang terkaya di Indonesia dengan aset mencapai US$500 juta atau setara dengan Rp7,4 triliun.

Beberapa penghargaan juga pernah didapatnya, mulai dari Best Listed Companies dalam Investor Awards 2013 hingga Property Man of The Year dalam Indonesia Properti & Bank Awards 2012.

Kini, di samping ratusan proyek pembangunan yang dirinya pimpin sejak 1973, di bawah bendera APG, pihaknya telah menyelesaikan atau memulai pembangunan lebih dari 70 proyek properti, yang mayoritasnya adalah produk properti yang menyasar segmen kelas menengah. 

Proyek-proyek ini mulai dari apartemen murah hingga apartemen mewah, mal/pusat perbelanjaan kelas atas, ruko dan menara perkantoran.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper