Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kekayaan Orang Terkaya di Dunia Naik Lebih Dari Dua Kali Lipat Sejak 2020

Makin kaya, kekayaan orang-orang terkaya di dunia melonjak lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir
Elon Musk/Bloomberg
Elon Musk/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Ungkapan yang kaya main kaya, yang miskin makin miskin benar-benar terjadi.

Dalam daftar orang terkaya di dunia, lima orang di posisi teratas terbukti jadi jauh lebih kaya dalam beberapa tahun terakhir. 

Menurut laporan kesenjangan tahunan Oxfam yang dirilis Minggu (14/1/2024), sejak 2020, kekayaan bersih para miliarder ini telah meroket 114 persen menjadi total US$869 miliar, setelah memperhitungkan inflasi. Jika tren yang ada saat ini terus berlanjut, dunia akan melihat kehadiran triliuner pertama dalam satu dekade.

Pada saat yang sama, hampir 5 miliar orang di seluruh dunia menjadi lebih miskin karena mereka menghadapi inflasi, perang, dan krisis iklim. Dibutuhkan waktu hampir 230 tahun untuk mengentaskan kemiskinan berdasarkan kondisi saat ini.

Laporan Oxfam, yang mengacu pada data yang dikumpulkan oleh Forbes, bertepatan dengan dimulainya pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, sebuah pertemuan elit yang dihadiri oleh beberapa orang terkaya dan pemimpin dunia.

Di posisi orang terkaya pertama dunia, Elon Musk, yang menjalankan beberapa perusahaan, termasuk Tesla dan SpaceX, adalah pemenang besar dalam beberapa tahun terakhir. Kekayaannya melonjak menjadi US$245,5 miliar pada akhir November 2023, atau naik 737 persen dari Maret 2020, setelah memperhitungkan inflasi.

Kedua, Bernard Arnault, ketua raksasa barang mewah Prancis LVMH, dan keluarganya memiliki kekayaan bersih US$191,3 miliar, atau naik 111 persen.

Di posisi ketiga, pendiri Amazon Jeff Bezos memiliki kekayaan US$167,4 miliar atau naik 24 persen. Sementara kekayaan pendiri Oracle Larry Ellison berjumlah US$145,5 miliar, naik 107 persen. 

Yang melengkapi daftar lima orang terkaya adalah CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett, yang kekayaan bersihnya naik 48 persen menjadi US$119,2 miliar.

Laporan Oxfam menilai secara keseluruhan, kekayaan para miliarder telah meningkat sebesar US$3,3 triliun, atau 34 persen, sejak 2020, dengan kekayaan mereka meningkat tiga kali lebih cepat dibandingkan tingkat inflasi. 

Miliarder AS, yang sebagian besar memperoleh kekayaannya dari ekuitas perusahaan yang mereka pimpin, memiliki kekayaan sebesar US$1,6 triliun.

Dalam laporan tahun ini, Oxfam juga berargumentasi bahwa dunia usaha memperoleh keuntungan besar, sehingga membantu mensejahterakan orang-orang kaya. Tujuh dari 10 perusahaan publik terbesar di dunia mempunyai CEO miliarder atau miliarder sebagai pemegang saham utamanya.

Terlebih lagi, Oxfam melaporkan kelompok 1 persen teratas menguasai 43 persen aset keuangan dunia, berdasarkan data dari Wealth X. Di Amerika Serikat, kelompok ini memiliki 32 persen aset keuangan dunia. Kemudian di Asia, angkanya 50 persen. Di Timur Tengah, kelompok 1 persen teratas menguasai 48 persen kekayaan finansial, sementara di Eropa 47 persen.

Sekitar 148 perusahaan terbesar di dunia menghasilkan keuntungan hampir US$1,8 triliun dalam 12 bulan menjelang Juni 2023. Angka tersebut 52,5 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata keuntungan yang mereka peroleh antara 2018 hingga 2021. 

Oxfam juga menegaskan bahwa industri minyak dan gas, perusahaan farmasi, dan industri keuangan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dalam satu atau dua tahun terakhir dibandingkan rata-rata keuntungan mereka pada tahun-tahun sebelumnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper