Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sosok Mantan Pramugari Jadi Bos Perempuan Pertama Japan Airlines

Mitsuko Tottori adalah mantan pramugari yang kemudian naik pangkat hingga berada dalam jajaran manajemen Japan Airline.
Mitsuko Tottori menjadi Presiden Direktur Japan Airlines/Avionews
Mitsuko Tottori menjadi Presiden Direktur Japan Airlines/Avionews

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan maskapai pesawat Jepang, Japan Airlines, pertama kalinya menunjuk seorang perempuan sebagai presiden direkturnya. 

Mitsuko Tottori adalah mantan pramugari yang kemudian naik pangkat hingga berada dalam jajaran manajemen senior. 

Langkah ini sebagai simbolis bagi Jepang yang sedang berjuang untuk menutup kesenjangan gender yang besar di tempat kerja.

Berdasarkan laman resmi JAL, Mitsuko merupakan perempuan kelahiran 31 Desember 1964. Dia adalah seorang pejabat eksekutif senior yang bergabung dengan JAL pada 1985 di usianya baru 20 tahun,  ketika JAL mengalami salah satu kecelakaan terburuk dalam sejarah maskapai penerbangan. 

Dia ditunjuk menjadi Presiden JAL dan mulai efektif bertugas pada 1 April 2024.  Dia memiliki wawasan dan pengalaman lapangan tingkat tinggi dalam pengoperasian dan layanan penerbangan yang aman melalui karirnya sebagai pramugari dan melalui pekerjaannya di Corporate Safety & Security.  

Sejak 2020, dia telah menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa sebagai Wakil Presiden Senior, Divisi Pramugari Kabin dalam menyeimbangkan pengembangan sumber daya manusia dan motivasi karyawan di bawah lingkungan manajemen yang menantang akibat pandemi Covid-19, dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga operasional yang aman.  

Selanjutnya, sejak 2023, dia juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas yang maskapai yang diberikan kepada pelanggan sebagai Wakil Presiden Senior, Divisi Pengalaman Pelanggan. Dia juga membantu menjaga dan meningkatkan kualitas layanan maskapai.

Penunjukan Mitsuko juga dilakukan ketika perusahaan-perusahaan Jepang menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meningkatkan keberagaman gender dan mengatasi kesenjangan upah gender yang merupakan yang terburuk di antara negara-negara G7.

Perubahan ini juga terjadi ketika maskapai ini berupaya untuk pulih dari kemerosotan era pandemi dan wisatawan berbondong-bondong kembali ke Jepang.

Keselamatan maskapai penerbangan kembali mendapat sorotan setelah terjadi tabrakan antara pesawat JAL dan pesawat Penjaga Pantai Jepang di bandara Haneda Tokyo bulan ini. 

Seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 379 orang itu berhasil menyelamatkan diri saat pesawat itu terbakar.

Sementara itu, Presiden JAL saat ini, Yuji Akasaka, akan menjadi ketua sambil tetap memegang jabatan direktur perwakilan. 

Adapun, Yoshiharu Ueki, ketua saat ini, akan pensiun dari jabatannya pada April mendatang dan meninggalkan posisi direktur setelah mendapat persetujuan pemegang saham pada Juni lalu.

JAL telah menetapkan target bagi perempuan untuk menduduki 30 persen manajer di seluruh grup pada akhir tahun fiskal hingga Maret 2026. Sampai dengan akhir Maret 2023, angkanya sudah mencapai 22,8 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper