Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kisah Jensen Huang Sang Founder Nvidia, dari Tukang Cuci jadi Orang Terkaya di Dunia

Kisah Jensen Huang dari pencuci piring kini punya kekayaan Rp1.700 triliun.
Pendiri Nvidia Jensen Huang
Pendiri Nvidia Jensen Huang

Bisnis.com, JAKARTA -- Founder perusahaan chip dan teknologi Nvidia, Jensen Huang pekan ini resmi mencatat kekayaannya menembus US$100 miliar dan menjadi orang terkaya ke-13 di dunia. 

Melansir Forbes, kekayaannya saat ini mencapai US$107,2 miliar atau sekitar Rp1.746 triliun setelah saham Nvidia mengalami reli dan mencapai titik tertinggi. 

Saham Nvidia mencatat rekor melonjak ke level tertinggi sepanjang masa, melampaui harga saham US$1.100 untuk pertama kalinya atau naik 7% menjadi US$1.141. Hal itu membuat pendiri sekaligus CEO-nya, Jensen Huang menjadi centibiliuner. 

Lonjakan kekayaan Huang juga bersumber dari kepemilikan saham di Nvidia di mana dia menjadi pemegang saham individu terbesar dengan 3,7% saham. Kekayaannya naik US$6,6 miliar pada akhir Mei lalu dan menembus US$100 miliar untuk pertama kalinya. 

Sosok Jensen Huang yang Sederhana

Huang, yang baru saja menginjak usia 61 tahun pada 17 Februari lalu merupakan pria kelahiran Taiwan. Sejak kecil dia sering berpindah-pindah tempat tinggal sampai sempat tinggal di asrama khusus laki-laki di pedesaan, Oneida Baptist Institute. 

Ketika usia sekolah menengah, dia bersama keluarganya kemudian pindah ke Portland, Oregon, Amerika Serikat. Di sana Huang menempuh pendidikan di sekolah menengah atas, menjadi atlet tenis, dan berhasil lulus dua tahun lebih awal, saat usianya masih 16 tahun. 

Hidupnya begitu sederhana meskipun pindah ke Amerika Serikat. Huang sempat bekerja sebagai pencuci piring di restoran Denny's semasa sekolah. 

Beruntung dia bisa terus melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana di bidang teknik elektro dari Oregon State University, dan menyabet gelar master di bidang yang sama dari Stanford.

Setelah beberapa tahun bekerja di bidang teknik, termasuk sebagai perancang mikroprosesor, Huang mendirikan Nvidia pada 1993 di San Jose Timur. Huang yang saat itu berusia 30 tahun, bersama sejumlah rekannya Chris Malachowsky dan Curtis Priem, dengan modal hanya US$40.000 di bank. Namun mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang bidang komputasi.

Mereka kemudian menciptakan chip yang bisa digunakan untuk level video game, yang tidak bisa dilakukan oleh komputer pada umumnya. Hal itu membuat Nvidia bisa menjual chipnya dengan volume dan harga tinggi. 

Tak lama setelah didirikan, Nvidia dengan cepat meraih US$20 juta dalam pendanaan, termasuk dari Sequoia Capital, dan Huang menjadi pendiri teknologi langka serta terus memimpin perusahaannya sejak awal berdirinya. 

Sifat Huang yang dinilai ramah dan sopan, dia juga masih kerap bergaya santai dengan jaket kulit khasnya. Hal ini juga mejadi salah satu alasan Nvidia bisa berumur panjang. Pada 2010, Huang mengatakan kepada New York Times bahwa dia mendefinisikan pemimpin yang baik berdasarkan keasliannya.  

Bisnis Nvidia semakin berkembang, terutama setelah adanya ledakan AI yang mengambil alih industri teknologi global. Perusahaan ini membuat banyak chip penting yang menyediakan daya komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan model yang mendukung alat AI.  

Nvidia juga berkontribusi besar dalam menjadi pionir bagi salah satu perkembangan paling signifikan dalam sejarah teknologi. Dengan capaian tersebut Nvidia bergabung dengan klub triliunan dolar pada Juni tahun lalu.

Nvidia sangat beruntung karena memiliki keunggulan yang tampaknya tidak dapat diatasi oleh perusahaan serupa lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper