Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Tips Memilih Co-Founder untuk Bisnis Anda

Co-founder yang terlalu sibuk mengejar sorotan, merasa nyaman dengan white lies dan tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang sebaiknya dihindari.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  13:12 WIB
/leadershipalive.com
/leadershipalive.com

Bisnis.com, JAKARTA - Meluncurkan bisnis baru adalah tindakan penuh pertimbangan apalagi jika dilakukan sendiri, tidak semua orang dapat melakukannya.

Untuk memastikan bisnis Anda berjalan lebih baik, seorang rekan atau co-founder mungkin akan menjadi jawaban atas doa-doa Anda.

Tetapi jika proses seleksi tidak dilakukan dengan benar, memiliki co-founder justru dapat menjadi bencana.

"Anda ingin mencari seseorang yang cocok dan dapat melengkapi, tetapi Anda juga harus menghindari orang-orang yang berpotensi merusak reputasi Anda, tidak selaras dengan etika kerja atau memiliki visi yang sangat berbeda dengan yang Anda miliki," seperti dikutip melalui Entrepreneur, Rabu (22/7/2020).

Memiliki co-founder berarti membagi keuntungan serta tanggung jawab, jadi pastikan keputusannya tetap.

Berikut adalah beberapa saran dari para pemimpin bisnis, diambil dari pengalaman mereka, tentang memilih co-founder untuk para pengusaha baru.

1. Apa manfaat memiliki co-founder vs solo?

Seorang co-founder dapat melengkapi keterampilan Anda sambil mengisi celah di area lain. Anda juga dapat menyuarakan ide satu sama lain, mendapatkan perspektif baru dan mendekati keputusan dari berbagai sudut pandang.

Menurut Anthony Rose, pendiri dan CEO SeedLegals, setiap startup baru membutuhkan tiga peran inti:

- ahli domain: seseorang yang mengenal audiens dan mampu menyampaikan visi perusahaan

- delivery person: seseorang yang dapat membangun dan men-delivery produk (seperti chief technical officer)

- money person: seseorang yang akan menghasilkan pendapatan dan membuat bisnis dapat diinvestasikan

"Jarang sekali satu orang mencakup ketiga peran itu," kata Rose. Dia merekomendasikan untuk memutuskan dulu mana dari ketiganya yang cocok dengan Anda, atau apakah Anda mencakup lebih dari satu area.

Lalu temukan co-founder untuk mengisi peran lain sebagai pelengkap untuk bisnis Anda.

2. Apa yang harus Anda cari dari seorang co-founder?

CEO dan salah satu pendiri R3SET, Barton Warner, mengatakan bahwa kecocokan antara Anda dan calon rekan kerja dapat menjadi nilai tambah karena itu berarti Anda dapat memfokuskan energi Anda pada pelanggan, bukan pada dinamika internal.

Co-founder Anda biasanya harus berada di industri yang sama dengan startup Anda, dan ini merupakan nilai tambah yang besar jika mereka sudah akrab dengan meluncurkan perusahaan.

Tetapi mereka juga perlu memiliki keterampilan yang berbeda dengan Anda sendiri, sehingga Anda dapat mencakup beberapa aspek utama.

Co-founder Anda juga harus memiliki etos kerja yang sama dengan Anda atau Anda akan tidak sinkron, memengaruhi ketahanan Anda saat masa sulit.

"Jika Anda seorang yang optimis, carilah co-founder yang sedikit pesimis," kata Rose. "Jika Anda seorang visioner, bermitra dengan seseorang yang berpikir lebih operasional."

3. Sifat apa yang harus dihindari ketika mencari co-founder?

Faktor klasik yang perlu dihindari termasuk orang-orang yang pernah melanggar kerja sama dengan mitra bisnis di masa lalu atau orang-orang yang terkenal sulit untuk bekerja sama.

Co-founder yang terlalu sibuk mengejar sorotan, merasa nyaman dengan white lies dan tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang sebaiknya dihindari.

Bagi David Dorr, salah satu pendiri Coro Global Inc., mengetahui apakah salah satu co-founder memiliki integritas adalah prioritas nomor satu Anda.

"Apa pun nilai dari para co-founder pada akhirnya akan memberikan pengaruh ke dalam seluruh budaya perusahaan. Kurangnya integritas akan membuat karyawan dan investor tidak nyaman dan dapat menenggelamkan startup apa pun," katanya.

4. Di mana Anda dapat menemukan co-founder ideal?

Jaringan Anda adalah tempat terbaik untuk menemukan co-founder. Jika Anda aktif di industri Anda, mitra yang tepat mungkin dapat Anda temui di webinar, konferensi atau bahkan saat ini sedang bekerja dengan pesaing.

Jika Anda tidak kenal siapapun di jaringan Anda, ini saatnya untuk memperluas jaringan.

Pada saat yang sama, cobalah menjelajah di luar zona nyaman Anda dan pertimbangkan orang-orang yang memiliki beragam latar belakang dan visi strategis.

Setiap bisnis dapat mengambil manfaat dari pemain yang tidak konvensional, daripada hanya orang-orang yang tampak seperti prototipe untuk peran tersebut.

5. Bagaimana Anda mencapai kesepakatan dengan salah satu co-founder?

Biasanya, status co-founder menjadi resmi setelah ekuitas dibagikan. Adalah tanggung jawab Anda untuk menegosiasikan berapa banyak saham yang ingin Anda bagi dengan mitra baru Anda.

Banyak pengusaha menyarankan pembagian 50/50 untuk keadilan, sementara yang lain menganjurkan membagikan saham berdasarkan nilai atau kontribusi masing-masing pendiri.

Jika Anda mempertimbangkan untuk menunjuk ekuitas berdasarkan kontribusi co-founder Anda, pertimbangkan keahlian, pengalaman, pendidikan, investasi, dan tanggung jawab mereka. Opsi apa pun yang Anda pilih, Anda harus memiliki jaring pengaman hukum.

Selain kesetaraan, menentukan komitmen waktu, gaji, dan kekuasaan untuk memilih juga dapat dipertimbangkan dengan co-founder Anda.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha tips bisnis jaringan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top