Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dapat Cuan dari Hobi Makan Ala Pasutri Pebisnis Jajanan Bandung

Ke depannya, sesuai dengan visi misi yang dipegang teguh, Galih mengatakan Kylafood akan terus menghadirkan inovasi dan inisiatif terbaru, baik dalam rangkaian produk maupun strategi pemasaran, sehingga jajanan tradisional dapat semakin dikenal di daerah sendiri maupun di kancah internasional.
Luke Andaresta
Luke Andaresta - Bisnis.com 10 Agustus 2021  |  12:39 WIB
Dapat Cuan dari Hobi Makan Ala Pasutri Pebisnis Jajanan Bandung
Shakyla Foodstore

Bisnis.com, JAKARTA - Hobi makan bukan hanya bisa menggemukkan badan saja, tapi jika Anda jeli bisa juga menggemukkan kantong.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Galih dan istrinya, pemilik Shakyla Foodstore.

Berawal dari kegemaran keduanya mencoba ragam kuliner pinggir jalan yang mereka unggah di media sosial, yang direspon orang-orang di sekitar mereka yang tertarik untuk mencicipinya juga.

Akhirnya, voila, jadilah Shakyla Foodstore yang menjajakan jajanan khas Jawa Barat.

“Inspirasi awal dan idenya itu gimana sih caranya supaya jajanan tradisional Jawa Barat yang sangat beragam ini bisa dinikmati oleh orang lain di luar kota tanpa mereka harus datang ke Bandung. Salah satunya ya dengan dibuat instan,” kata Galih dalam suatu diskusi virtual, baru-baru ini.

Memulai bisnis pada tahun 2017, Kylafood berawal dengan tiga varian produk jajanan instan yaitu baso aci, batagor kuah dan seblak. Galih mengatakan ketika itu persaingan jajanan semacam itu masih sedikit. Namun, dengan perkembangan tren jajanan tradisional instan, persaingan menjadi semakin ketat.

Dengan kondisi tersebut, Galih percaya bahwa menjaga kualitas merupakan salah satu dasar untuk terus mempertahankan perkembangan bisnisnya. Dia percaya bahwa salah satu faktor penting untuk mendapatkan kualitas terbaik bergantung dengan SDM yang dimiliki. Hal itu direalisasikan dengan beberapa pelatihan dan implementasi SOP yang diberikan untuk para karyawannya.

“Ada beberapa pelatihan dan implementasi SOP yang kami berikan untuk karyawan mengenai kualitas produk, proses produksi, hingga kebersihan produk,” imbuhnya.

Selain memiliki visi dan misi untuk memperkenalkan kuliner Indonesia, Kylafood juga menggunakan 100 persen bahan baku lokal yang sebagian langsung didapatkan dari petani di daerah Subang, Jawa Barat. Galih percaya dengan memproduksi secara lokal dan membeli bahan baku lokal, Kylafood akan ikut serta membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat dan berkontribusi untuk memberdayakan para petani.

“Penggunaan bahan baku lokal justru menambah citarasa dari produk yang notabene adalah produk makanan tradisional. Termasuk memastikan bahan baku yang digunakan adalah bahan baku terbaik yang diolah dan diproses dengan mengutamakan kebersihan (hygiene) dan sanitasi,” jelasnya.

Berkat kegigihannya dalam menjalankan bisnis, Kylafood kini kian berkembang. Pada tahun 2017 Kylafood hanya mempekerjakan 3 orang karyawan dan berjualan di area kosong dalam garasi rumah dan kini telah memiliki lebih dari 30 karyawan berkat jangkauan produknya yang kian meluas terutama penjualan secara online.

Selain itu, produk yang ditawarkan juga semakin variatif dengan total 10 kategori produk jajanan khas Jawa Barat dengan 50 varian rasa. Harga yang dibanderol pun relatif ramah kantong, mulai dari Rp 11.000 sampai Rp 30.000.

Ke depannya, sesuai dengan visi misi yang dipegang teguh, Galih mengatakan Kylafood akan terus menghadirkan inovasi dan inisiatif terbaru, baik dalam rangkaian produk maupun strategi pemasaran, sehingga jajanan tradisional dapat semakin dikenal di daerah sendiri maupun  di kancah internasional.

“Harapannya, makanan instan asli Indonesia seperti Kylafood ini dapat dinikmati oleh masyarakat di luar negeri dan mengobati kerinduan masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis jajanan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top