Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Tung Desem Waringin, Motivator Marketing asal Solo yang Mendunia

Tung Desem Waringin disebut sebagai seorang motivator dan pelatih marketing sukses yang memiliki pengaruh cukup baik di Indonesia.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 01 September 2021  |  11:25 WIB
Profil Tung Desem Waringin.  -  Laruno.com
Profil Tung Desem Waringin. - Laruno.com


Bisnis.com, SOLO - Nama Tung Desem Waringin tentunya tak asing bagi sebagian orang yang terjun di dunia ekonomi dan marketing.

Tung Desem terkenal karena kiat-kiat suksesnya di bidang marketing. Ia pun dijuluki sebagai motivator nomor 1 di Indonesia.

Tak hanya sebagai motivator, Tung Desem juga dikenal sebagai penulis.

Buku yang diterbitkan dengan judul 'Financial Revolution' itu terbukti sukses di pasaran.

Bahkan, buku tersebut mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai buku inspirasional pertama dengan penjualan 10.511 buah pada hari pertama diluncurkan.

Profil

Tung Desem Waringin lahir di Solo pada tanggal 22 Desember 1967. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Sebelum sukses dengan karirnya yang sekarang, Tung belajar di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) jurusan Hukum.

Pengusaha sukses itu kemudian menikah dengan Suryani Untoro dan dikaruniai 3 anak, yakni Tung Waldo Kamajaya, Tung Alta Kania dan Tung Tiago Masimo.

Karier

Sebelumnya, Tung Desem pernah berjaya sebagai Manajer Bank BCA.

Setelah lulus dari Universitas Sebelas Maret di Solo pada tahun 1992, dirinya mendaftarkan diri di BCA (Bank Central Asia).

Tung dinyatakan lolos setelah menyisihkan 200 pelamar lainnya. Di tahun yang sama, dirinya menjadi lulusan terbaik dari program Management Development Program.

Kariernya terus melonjak tajam sebagai manajer Bank BCA cabang Surabaya.

Dari situ, ia pun akhirnya dikirim ke Jakarta. Warga asal Solo itu kemudian diminta untuk membenahi 22 kantor cabang pembantu yang memiliki kinerja buruk se-Indonesia.

Perjalanan kesuksesannya sebagai manajer Bank BCA tiba-tiba mendapat rintangan saat sang ayah, Tatang Sutikno, jatuh sakit.

Awal mula jadi Motivator

Uang dan tabungannya yang habis untuk membiayai sang ayah di rumah sakit di Singapura, membuat Tung berubah.

Di masa collapse-nya, Tung melihat pamflet Anthony Robbins, seorang motivator termahal di dunia, yang akan mengadakan seminar di Singapura dengan tiket seminar seharga 10.000 dollar Singapura.

Meskipun dalam keadaan bangkrut, Tung Desem Waringin kemudian nekat untuk mengikuti seminar tersebut.

Bermodal berutang 5.000 dollar kepada temannya, ia berangkat menemui Anthony Robbins.

Di tahun 2000, ia kemudian mengundurkan diri dari BCA setelah berhari-hari mendengarkan kaset rekaman Anthony Robbins.

Dari situ, dirinya bertekad menjadi seorang motivator setelah banyak mengikuti seminar Anthony Robbins di Amerika.

Hingga akhirnya kini, sang motivator itu berhasil memiliki tarif seminar 8.000 dollar sekali datang.

Ia pun sering diundang untuk mengisi acara seminar di berbagai negara.

Prestasi

Tung Desem dua kali mendapat rekor MURI atas karyanya dalam bentuk buku 'Financial Revolution' dan 'Marketing Revolution'.

Ia kemudian ditetapkan sebagai motivator dan pelatih paling sukses nomor satu, versi Majalah Marketing.

Di tahun 2005, ia masuk ke dalam daftar The Most Powerful People & Ideas in Business 2005 versi Majalah SWA.

Pelatih berpengaruh itu pun sempat membuat geger masyarakat saat peluncuran buku 'Marketing Revolution' di tahun 2008.

Saat itu dirinya menaiki helikopter berkeliling Serang, Banten untuk menyebarkan uang pecahan Rp 100 ribu kepada masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

profil Sang Taipan Tung Desem Waringin
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top