Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengenal Sosok di Balik Sociolla, Ketika Teknologi dan Kecantikan Bertemu

Sosok di balik Sociolla, Christopher Madiam, yang berinovasi menggabungkan teknologi dengan industri kecantikkan lewat Sociolla.
Sosok Co-Founder and President Social Bella Indonesia Christopher Madiam (tengah) - Bisnis/Himawan L Nugraha
Sosok Co-Founder and President Social Bella Indonesia Christopher Madiam (tengah) - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Bisnis kecantikan di Indonesia sedang sangat berkembang, terutama setelah pandemi Covid-19, banyak brand dan toko kecantikan baru yang bermunculan.

Selain itu, dengan tingginya permintaan akan kosmetik, pelaku industri kosmetik bisa meraup untung berkali-kali lipat jika bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk bertumbuh.

Salah satu yang memanfaatkan momentum tingginya permintaan kosmetik adalah Social Bella, perusahaan induk toko kecantikan Sociolla.

Menjadi pionir marketplace kosmetik, Sociolla dibangun pada 2015. Mulai dari sebuah ruko kecil, kini sudah memiliki lebih dari 60 toko di 35 kota di Indonesia dan 4 kota di Vietnam yang melayani jutaan beauty enthusiast. 

Salah satu kunci sukses Sociolla adalah dengan berinovasi dan memanfaatkan segala teknologi, dan menggabungkannya dengan industri kecantikan.

Di balik kesuksesan itu pula, ada tangan dingin Christopher Madiam, yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi.

Bagi pria kelahiran Semarang ini, teknologi selalu membuatnya tertarik. Ingin membuka usaha dari keilmuan yang dimiliki, dia melihat tingginya peluang dari industri kecantikan, yang kala itu masih didominasi brand asing serta harus dibeli melalui marketplace asing pula.

Hingga pada 2015, Sociolla dibentuk dan menjadi pionir yang membidik dan mengembangkan potensi beauty-tech di Indonesia. 

Sejak awal, misi Christopher adalah ingin membangun dan menyatukan multi ekosistem dari berbagai industri ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Dia menuangkannya dalam Sociolla yang dia sebut SHEcosystem. 

Saat itu, teknologi dan kecantikan dianggap dua dunia yang berbeda, apalagi saat itu konsep beauty-tech masih awam. Tapi, dia selalu percaya dengan misi besarnya. 

"Awal kami membangun Social Bella, literasi pecinta kecantikan baik mengenai keamanan produk kecantikan ataupun belanja online masih minim. Pasarnya masih niche (terbatas). Ambisi kami mengawinkan teknologi dengan kecantikan seringkali dianggap sebagai langkah berani," ujarnya.

Sejak awal berkembang, Sociolla bergerak cepat menjawab kesiapan pasar tersebut dengan inovasi-inovasi yang belum ada sebelumnya.

Adopsi teknologi dan perubahan gaya hidup modern telah membentuk perubahan masif di industri, terutama cara belanja masyarakat di sektor kecantikan.

Di bawah komando Christopher, Sociolla juga menjadi platform pertama yang menerapkan sistem back end label harga digital yang didukung Internet of Things (loT). 

Hal ini memungkinkan mereka untuk mengirimkan pesanan lebih cepat drngan mengidentifikasi lokasi terdekat dan memilih mitra logistik yang optimal ketika ada pesanan online. 

Selain itu, dengan sistem yang ada Sociolla juga memberikan panduan kepada toko offline terkait dengan penyimpanan produk, dan mengotomatiskan tugas-tugas seperti pesanan, pembelian, permintaan pembayaran, dan persetujuan.

"Saya dan tim teknologi dan product yang beranggotakan 70 orang bekerja sangat cepat untuk mengembangkan sistem ini, yang merupakan faktor penting dalam pertumbuhan Sociolla hingga saat ini. Meskipun saat ini kami menggunakannya secara internal, namun kami terbuka untuk menjajakinya sebagai model bisnis baru," jelas Christopher.

Sociolla yang diawali dari sebuah ruko kecil kini memiliki jaringan gudang pusat berbasis digital terbesar di Cikupa, Tangerang dan di Surabaya serta 7 cabang B2B (business to business) di seluruh Indonesia. 

Sociolla juga menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 karyawan di Indonesia dan Vietnam negara. Aplikasi andalannya, SOCO juga menjadi wadah bagi para beauty enthusiast dan komunitas dalam berbagi ulasan dan insight akan produk-produk kecantikan. SOCO sendiri memiliki hampir 3 juta ulasan yang mencakup sekitar 36.000 produk.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper