Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kiat Euis Rohaini, Pebisnis Batik dan Kerajinan yang Sukses Ekspor Produk ke Luar Negeri

Salah satu pelaku UMKM yang berhasil mengekspor produknya ke sejumlah negara adalah Euis Rohaini pemilik CV Rajasa Mas Jaya yang produksi batik dan kerajinan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 28 Agustus 2022  |  15:11 WIB
Kiat Euis Rohaini, Pebisnis Batik dan Kerajinan yang Sukses Ekspor Produk ke Luar Negeri
Euis Rohaini - linkedin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Produk fesyen dan produk halal yang diproduksi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (umkm) memiliki potensi besar untuk diekspor dan tak kalah saing dibandingkan dengan produk dari negara lainnya.

Salah satu pelaku UMKM yang berhasil mengekspor produknya ke sejumlah negara adalah Euis Rohaini pemilik CV Rajasa Mas Jaya yang bergerak di bidang produksi batik dan kerajinan.

Euis mengatakan dirinya memulai bisnis dengan memproduksi batik sejak tahun 2008 dan mulai memproduksi produk kerajinan pada 2016.

Produk kerajinannya dibuat dari limbah konveksi dan bambu. Saat itu, Euis melihat banyak limbah perca batik yang cukup banyak dan bingung mau dibuat apa. Akhirnya, dia berpikir menciptakan produk baru dengan mengkombinasikannya dengan kerajinan bambu untuk hiasan.

“Alhamdulillah setelah membuat kerajinan, dapat order dari buyer Arab Saudi pada tahun 2016. Kami berhasil mengirim 5 kontainer ke Arab Saudi dalam waktu 1 tahun,” tuturnya dalam ajang Muslim Life Fest 2022.

Euis yang juga tergabung dalam Aspenku.com ini mengatakan awal mula dirinya ekspor saat mengikuti pameran ekspor. Di situ dirinya bertemu dengan buyer dari Arab Saudi.

"Dia bilang ke saya bahwa di hanya tinggal di Indonesia selama dua minggu saja. Tapi saya bilang ini harus deal. Akhirnya, setelah bolak balik Cilacap-Jakarta, mengurus berbagai macam dokumen dan menyesuaikan permintaan dari buyer, akhirnya bisa ekspor ke Arab Saudi,” kenangnya.

Pada tahun 2020, ekspor produknya ke luar negeri terpaksa berhenti karena pandemi Covid-19. Namun, dia mengaku banyak memetik hikmah dari pandemi ini. Antara lain lebih banyak belajar tentang ekspor dengan mengikuti berbagai pelatihan secara online hingga bergabung dengan Aspenku dan menambah jaringan melalui pameran.

Karena itulah, dia melihat adanya Muslim Life Trade di acara Muslim Life Fest 2022, menjadi kesempatan sangat berharga untuk saling mengenal, berjejaring, bernegosiasi dengan para buyer dari luar negeri.

“Saya tadi baru bisnis matching dengan buyer dari Filipina dan Tunisia. Tinggal di-follow up saja setelah ini dan memang sudah menjurus untuk adanya kerjasama," ujarnya.

Dia kemudian memberi tips kepada pelaku UKM yang akan ekspor dan produknya bisa diterima pasar global.
Hal palint utama adalah harus memiliki mindset dan pola pikir untuk mau berubah, pantang menyerah , cermat melihat pasar, berjejaring (berkolaborasi).

"Untuk permodalan, tak perlu terlalu khawatir karena saat ini sudah banyak lembaga pembiayaan yang siap mendukung permodalan UKM secara syariah," ujarnya.

Sementara itu, Taufik Hidayat Direktur Eksekutif, Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan skala produk UMKM ke pasar global.

Di antaranya dengan memperkuat literasi, pendidikan kewirausahaan, hingga mempermudah UMKM untuk mendapat akses pembiayaan.

Taufik juga membeberkan beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh para pelaku UKM untuk bisa ekspor. Mulai dari produk yang harus memiliki daya tarik, kualitas produk yang sesuai dengan standard di negara tujuan ekspor, cara packaging, marketing, pembiayaan, sampai pada harga produk yang kompetitif.

Gelaran Muslim Life Fest Muslim Life Trade yang digelar selama 3 hari di ICE BSD (26-28 Agustus 2002) menjadi salah satu motor penggerak yang diperhitungkan  Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menuju Indonesia pusat produsen produk halal dunia 2024.

Sebanyak 650 buyer yang diundang melakukan business matchmaking dengan 150 pelaku usaha secara hybrid dan offline ini siap melakukan komitmen bisnis jangka panjang.

Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Rachmat Marpaung mengatakan, pelaku usaha yang dihadirkan dalam business matchmaking tersebut telah lolos kurasi dan mendapatkan pendampingan.

Salah satunya melalui program Export Academy yang dikembangkan oleh KPMI bersama dengan Nudira Learning Center, Aspenku.com dan Hibbu Creative House

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm tips bisnis tips bisnis online batik kerajinan kerajinan tangan Industri Mebel dan Kerajinan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top