Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Sinau' Brand Lokal Kaya Pola Etnik Budaya, Buka Peluang Kolaborasi

Brand fashion Sinau menawarkan peluang kolaborasi pada calon pengusaha yang tertarik memanfaatkan peluang.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 21 November 2022  |  19:35 WIB
'Sinau'  Brand Lokal Kaya Pola Etnik Budaya, Buka Peluang Kolaborasi
Logo Sinau
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sinau adalah salah satu clothing brand lokal yang terpilih memamerkan produknya di Wall of Fades 2022 di Jakarta.

Orisinalitas, keunikan serta ciri khas dari Sinau Indonesia menjadi alasan kenapa mereka dipilih untuk berpartisipasi menjadi bagian dari Wall of Fades.

Brand Sinau telah hadir sejak 2015, bermula sebagai brand kaus kaki lokal yang memiliki motif etnik sebagai andalannya.

Namun, berkat kecermatan dalam melihat peluang, Sinau pun akhirnya memproduksi pilihan produk terbarunya, yakni t-shirt, kemeja dan berbagai aksesoris lainnya.

Rifqy Aditya Putra, Business Development Manager Sinau menjelaskan bahwa Sinau dimulai dengan konsepsi ‘belajar’. Di mana, nilai belajar ini menjadi dasar atas segala penciptaan produk.

“Iya jadi konsep ‘belajar’ merupakan salah satu inspirasi awal kami membuat kaos kaki, kami mengambil pola etnik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia untuk menandai identitas kami sebagai brand lokal yang sangat autentik. Kami percaya bahwa nilai belajar menjadi dasar atas segala sesuatunya. Bahkan 7 tahun berdiri, prosesnya masih menginspirasi kami setiap hari,” jelasnya pada Bisnis.

Bukan tanpa tujuan, pemilihan motif etnik memang menjadi misi dari Sinau untuk meneruskan budaya Indonesia melalui media penunjang penampilan dengan sentuhan modern yang tetap trendy.

“Motif-motif yang tertempel pada kaus kaki produksi Sinau memiliki filosofinya masing-masing. Gambar atau motif yang ada pada kaus kaki ini tidak sembarangan, ada pemikiran dan filosofi tersendiri yang berasal dari tradisi, permainan hingga adat di Indonesia pada tiap koleksinya,” ungkap Rifqy.

Tak hanya dari segi produk, promosi dan pemasaran adalah aspek yang sama pentingnya. Promosi yang terarah, bertahap dan bertema menjadi salah satu penyumbang kesuksesan produk Sinau di pasaran.Adapun, berkat brand storytelling yang merupakan bagian dari Research dan Development (R&D) produknya, menjadikan brand ini makin punya citra yang sangat kuat di pasaran.

Ciri khas utama dari produk Sinau adalah tema dan pesan yang disampaikan di tiap kolesinya. Sinau menyadari bahwa story dalam sebuah produk memiliki kekuatan untuk lebih diterima oleh para konsumennya. Meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwa peluang bisnis di bidang fesyen terbilang cukup padat pemain.

Tapi, Rifqy mengartikan sebuah persaingan ini dijadikan sebagai motivasi untuk terus maju dan menjadi yang terbaik dan tidak menjadi sebuah ancaman bagi merek Sinau.

Dia menekankan bahwa mengenali dan menjalin hubungan yang baik dengan konsumen adalah penentu bagi suksesnya sebuah strategi pemasaran di pasar yang padat pemain.

“Makanya kita mau selalu engage dengan mereka, lewat sebutan ‘konco’ atau dalam bahasa Indonesia berarti teman. Jadi, silakan nikmati produk kita sebagai teman yang saling belajar dalam mengenali Indonesia,” ujarnya.

Tentu, ini juga menjadi bagian dari strategi diferensiasi pemasaran produk Sinau dalam menyampaikan pesan atau informasi secara lebih menarik dengan tujuan mengubah perasaan audiens. Sehingga pasar lebih mudah menerima. 

Sinau Tawarkan Peluang Kolaborasi

Berbeda dengan sekian banyak brand yang berlomba dalam memasarkan produknya secara online. Hal sebaliknya terjadi pada Sinau, di mana brand tersebut memilih membuka toko offline guna memberi kesan mendalam agar pelanggan yakin akan kualitas produk mereka yang dijual secara online.

Hasil pantauan Bisnis pun menemukan bahwa Sinau membuka kesempatan bagi pihak lain, seperti investor untuk terus terlibat dalam mengembangkan bisnis potensi bisnis yang ada.“Kami juga terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai genre. Hal itu tentu bisa memiliki kebebasan untuk melangkah kemanapun dan membuka peluang pasar untuk menjangkau konsumen secara lebih luas,”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm brand lokal brand fesyen
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top